Berita

10 Pejabat dengan Rapor Terburuk Versi CELIOS, Bahlil hingga Fadli Zon Masuk Daftar

×

10 Pejabat dengan Rapor Terburuk Versi CELIOS, Bahlil hingga Fadli Zon Masuk Daftar

Sebarkan artikel ini
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia. (Foto: Tangkapan layar facebook @Bahlillahadalia)
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia. (Foto: Tangkapan layar facebook @Bahlillahadalia)

Simpulindo.com, Gorontalo – Kinerja sejumlah pejabat Kabinet Merah Putih mendapat penilaian negatif dalam laporan evaluasi dua tahun pemerintahan Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka yang dirilis Center of Economic and Law Studies (CELIOS) pada 2026. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menempati posisi terbawah dalam daftar tersebut, disusul Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai dan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni.

Daftar ini menyoroti sepuluh pejabat dengan skor terendah dalam penilaian publik terhadap kinerja pemerintahan. Selain tiga nama tersebut, daftar itu juga memuat pejabat yang menangani urusan pangan, pertanahan, kesejahteraan masyarakat, bantuan sosial, hingga kebudayaan.

Berdasarkan laporan CELIOS, berikut sepuluh pejabat dengan skor terendah:

  1. Bahlil Lahadalia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral — skor -159.
  2. Natalius Pigai, Menteri Hak Asasi Manusia — skor -158.
  3. Raja Juli Antoni, Menteri Kehutanan — skor -103.
  4. Sudaryono, Kepala Badan Gizi Nasional — skor -47.
  5. Zulkifli Hasan, Menteri Koordinator Bidang Pangan — skor -43.
  6. Nusron Wahid, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN — skor -24.
  7. Pratikno, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan — skor -17.
  8. Saifullah Yusuf, Menteri Sosial — skor -17.
  9. Muhaimin Iskandar, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat — skor -16.
  10. Fadli Zon, Menteri Kebudayaan — skor -16.
Baca juga:  Krisis Air Bersih di Bone Pantai Belum Usai, BPBD Gorontalo Salurkan 60.000 Liter Air

Bahlil di posisi terbawah

Skor Bahlil menjadi yang paling rendah dalam daftar tersebut, yakni -159. Posisi itu menempatkannya sebagai pejabat dengan penilaian terburuk di antara sepuluh nama yang dicantumkan CELIOS.

Baca juga:  Aduan Warga Ditindaklanjuti, BPBD Kota Gorontalo Tangani Pohon Rawan Tumbang

Di bawah Bahlil, Natalius Pigai memperoleh skor -158. Selisih keduanya hanya satu poin. Sementara itu, Raja Juli Antoni berada di urutan ketiga dengan skor -103, terpaut cukup jauh dari dua nama teratas.

Penilaian negatif juga muncul pada sejumlah pejabat yang mengelola sektor pelayanan dan kebutuhan dasar masyarakat. Sudaryono memperoleh skor -47, disusul Zulkifli Hasan dengan -43. Adapun Nusron Wahid mencatat skor -24.

Pada kelompok berikutnya, Pratikno dan Saifullah Yusuf sama-sama memperoleh skor -17. Muhaimin Iskandar dan Fadli Zon berada di posisi kesembilan dan kesepuluh, masing-masing dengan skor -16.

Baca juga:  Kapolda Gorontalo Ajak Personel Makmurkan Masjid Lewat Shalat Berjamaah

Penilaian publik terhadap kinerja pemerintah

Laporan CELIOS tersebut menjadi salah satu potret penilaian publik terhadap pejabat pemerintahan. Skor negatif dalam daftar menunjukkan hasil penilaian yang digunakan lembaga itu untuk menyusun peringkat kinerja.

Meski demikian, peringkat survei perlu dibaca sesuai metodologinya. Hasil tersebut merupakan cerminan penilaian responden, bukan putusan hukum atau audit menyeluruh yang dengan sendirinya membuktikan kegagalan seorang pejabat.

Karena itu, daftar sepuluh nama ini menempatkan para pejabat terkait dalam sorotan publik. Penilaian terhadap kinerja mereka tetap perlu dilihat bersama capaian program, pelaksanaan kebijakan, serta persoalan yang menjadi tanggung jawab masing-masing kementerian dan lembaga. (An/Simpulindo)


**Cek berita dan artikel terbaru di Saluran WhatsApp simpulindo.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *