simpulindo.com, Gorontalo – Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, memperkenalkan berbagai potensi wisata dan kekayaan budaya masyarakat Gorontalo kepada peserta Rembug Utama Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) 2026 yang berlangsung di Aula Universitas Gorontalo, Jumat (19/6/26).
Di hadapan peserta yang datang dari berbagai daerah di Indonesia, Idah mengajak para petani, nelayan, penyuluh, dan pelaku usaha untuk tidak hanya mengikuti rangkaian kegiatan KTNA, tetapi juga menikmati keindahan alam serta keramahan masyarakat Gorontalo.
Menurutnya, Gorontalo memiliki banyak destinasi wisata yang layak menjadi tujuan wisata nasional.
Keindahan alam yang masih terjaga, budaya yang kuat, serta masyarakat yang ramah menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan yang berkunjung ke daerah berjuluk Serambi Madinah tersebut.
Salah satu destinasi yang paling mendapat perhatian dalam sambutanya adalah wisata hiu paus di Desa Botubarani.
Destinasi ini dikenal luas sebagai ikon wisata bahari Gorontalo yang mampu menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.
“Kami memiliki wisata hiu paus yang sangat terkenal. Pasti bapak ibu pernah dengar mamanya Sherli. Kenapa? karena singkatan dari ‘Sering Dilihat’. Kalau beruntung bisa melihat lebih dari lima ekor hiu paus,” ujar Idah disambut antusias peserta.
Ia menjelaskan, keberadaan hiu paus di perairan Botubarani menjadi keunikan yang sulit ditemukan di daerah lain.
Berbeda dengan lokasi pengamatan hiu paus pada umumnya yang mengharuskan wisatawan berlayar jauh ke tengah laut, di Botubarani pengunjung dapat menyaksikan mamalia laut raksasa tersebut dari jarak yang sangat dekat dengan garis pantai.
Wisata hiu paus berada di perairan Desa Botubarani, Kecamatan Bone Pantai, Kabupaten Bone Bolango.
Hiu paus kerap muncul hanya sekitar 20 hingga 25 meter dari bibir pantai, sehingga wisatawan dapat melihat bahkan berenang bersama satwa tersebut tanpa harus menempuh perjalanan laut yang panjang.
Selain memperkenalkan wisata hiu paus, Idah juga mengajak seluruh peserta KTNA untuk memanfaatkan kesempatan berada di Gorontalo dengan mengunjungi berbagai destinasi wisata lainnya yang tersebar di seluruh wilayah provinsi.
Promosi tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Gorontalo untuk memperkenalkan potensi daerah kepada ribuan peserta KTNA yang hadir.
Momentum pertemuan nasional itu diharapkan tidak hanya mendorong sektor pertanian dan perikanan, tetapi juga memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat setempat. (Ap/Simpulindo)












