Kota Gorontalo

Peringatan Asyura, Pemkot Gorontalo Ajak Warga Rawat Ukhuwah

×

Peringatan Asyura, Pemkot Gorontalo Ajak Warga Rawat Ukhuwah

Sebarkan artikel ini
Sekda Kota Gorontalo, Ismail Majid saat menghadiri acara Doa Asyura 10 Muharam. Foto: Humas Pemkot
Sekda Kota Gorontalo, Ismail Majid saat menghadiri acara Doa Asyura 10 Muharam. Foto: Humas Pemkot

Simpulindo.com, Gorontalo – Pemerintah Kota Gorontalo memanfaatkan momentum peringatan Doa Asyura 10 Muharram 1447 Hijriah untuk menegaskan pentingnya pembentukan karakter, penguatan iman, serta menjaga persatuan umat.

Sekretaris Daerah Kota Gorontalo, Ismail Madjid, yang hadir mewakili Wali Kota Adhan Dambea pada kegiatan yang digelar Pemkot Gorontalo tersebut, menekankan bahwa peringatan 10 Muharram semestinya menjadi titik balik dalam melakukan pembaruan diri, baik secara spiritual maupun sosial.

Baca juga:  Pemkot Gorontalo Terima Bantuan Sembilan Truk Sampah dari BTN

“Inilah saatnya kita kembali menanamkan nilai keimanan, membentuk karakter yang kuat, dan memperkuat etika dalam kehidupan bermasyarakat,” kata Ismail, Selasa (8/7/2025).

Ismail juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan di tengah perbedaan pandangan. Menurut dia, umat tidak boleh terjebak dalam konflik hanya karena persoalan perbedaan paham.

Baca juga:  Pemkot Gorontalo Bahas Penataan Kawasan Kumuh Lekobalo bersama Kementerian PUPR

“Kita tidak butuh keseragaman, tapi kedewasaan dalam menjaga kebersamaan. Ukhuwah wajib dijaga, perpecahan harus ditolak,” ujarnya.

Selain itu, Sekda Ismail juga menyoroti pentingnya membentengi akidah umat dari berbagai pengaruh negatif. Ia berharap keteladanan para nabi bisa menjadi pedoman dalam menghadapi tantangan zaman.

“Iman tak cukup diucapkan, tapi harus nyata di tengah godaan zaman,” tutur Ismail.

Baca juga:  Pemkot Gorontalo Serahkan Ranperda RPJMD dan Perubahan APBD ke DPRD

Ismail menekankan, nilai-nilai keagamaan tidak boleh berhenti sebatas slogan, melainkan harus hidup dalam sikap, keputusan, dan perilaku sehari-hari masyarakat.

“Gorontalo tak butuh simbol jiwa tanpa ruh. Kota ini harus tumbuh dengan ruh keimanan yang membentuk watak,” pungkasnya.


**Cek berita dan artikel terbaru di Saluran WhatsApp simpulindo.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *