Simpulindo.com, Gorontalo – Peringatan Hari Kartini dimaknai lebih dari sekadar seremoni oleh kalangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Gorontalo. Momentum ini menjadi pengingat untuk memperkuat peran perempuan di ruang-ruang strategis, terutama dalam lembaga legislatif dan proses pengambilan kebijakan publik.
Anggota DPRD Kota Gorontalo, Yolan Polontalo, melihat semangat Kartini perlu diterjemahkan dalam langkah konkret yang mendorong kehadiran perempuan dalam menentukan arah pembangunan daerah. Keterlibatan itu bukan sekadar simbol, melainkan bagian penting dalam menghadirkan kebijakan yang lebih inklusif.
“Harapannya akan lahir lebih banyak perempuan yang bangkit, kuat, dan mampu memberi kontribusi besar dalam pembangunan,” kata Yolan, Selasa (21/4/2026).
Regulasi yang mengatur keterwakilan perempuan minimal 30 persen di ranah politik dipandang sebagai pintu masuk untuk memperluas partisipasi. Komposisi yang lebih seimbang hingga mendekati 50 persen dinilai dapat menghadirkan representasi yang lebih proporsional.
Yoan menyakini, kehadiran perempuan di parlemen akan memperkaya sudut pandang dalam perumusan kebijakan publik. Perspektif yang beragam menjadi modal penting agar kebijakan mampu menjangkau kebutuhan masyarakat secara lebih menyeluruh.
Momentum Hari Kartini menghadirkan refleksi bahwa perjuangan emansipasi masih terus berlangsung. Ruang-ruang strategis menanti lebih banyak perempuan yang tangguh dan berdaya untuk mengambil peran dalam pembangunan daerah. (An/Simpulindo).
Kami berkomitmen menyajikan informasi faktual dari lapangan. Ikuti perkembangan terbaru melalui saluran kami Klik Disini https://bit.ly/4n8h1GD












