Kabupaten Gorontalo Utara

Bupati Dorong Pemanfaatan Pekarangan Lewat Program Apotek Hidup

×

Bupati Dorong Pemanfaatan Pekarangan Lewat Program Apotek Hidup

Sebarkan artikel ini
Pelatihan pembudidayaan apotek hidup. Foto: Adrian
Pelatihan pembudidayaan apotek hidup. Foto: Adrian

Simpulindo.com, Gorut – Bupati Kab. Gorontalo Utara (Gorut), Thariq Modanggu, menegaskan pentingnya pemanfaatan lahan pekarangan melalui program Apotek Hidup sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Penegasan itu disampaikan saat membuka kegiatan pelatiahan pembudidayaan apotek hidup yang digelar TP. PKK Desa Tolite Jaya, sekaligus meresmikan Gedung Posyandu Mutiara. Kamis (21/8/2025).

Baca juga:  Thariq Tekankan peran Strategis Masjid Lewat Revitalisasi BKM

Thariq menjelaskan, Apotek Hidup bukan hanya soal menanam, tanaman obat, sayur atau buah dipekarangan. Program ini juga menjadi strategi daerah melalui gerakan Mopomulo untuk menekan angka kemiskinan sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga.

“Kalau pekarangan produktif, ada tanaman obat, sayur, atau buah, keluarga tidak hanya sehat tetapi juga bisa terbantu secara ekonomi,” kata Thariq.

Thariq menjadikan puskemas kwandang sebagai contoh karena sudah menata apotek hidup dengan baik. Harapannya, semua desa mengikuti langkah serupa.

Baca juga:  Lapangan Desa Molantadu Masuk Babak Baru, HPMIGU Soroti Dugaan Pelanggaran Dokumen Lingkungan

Thariq meminta agar hasil pelatihan tidak berhenti pada teori saja. Pelaksanaan dilaangan harus benar-benar nyata sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

Selain itu, thariq juga menyinggung pentingnya akurasi data kemiskinan agar program pemberdayaan tepat sasasaran. Pemerintah Desa dan Kecamatan diminta memperbarui data warga miskin ekstrem secara berkala. Sekolah dan masyarkat juga diharapkan terlibat dalam memperkuat ketahanan pangan.

Baca juga:  Bupati dan Wakil Bupati Gorut Buka Kegiatan Pendidikan Calon Paskibraka 2025

“Outcome dari pelatihan ini harus nyata, pekarangan kembali hidup, keluarga punya apotek hidup, dan desa lebih berdaya. Jangan ada lagi lahan yang kosong,” pungkas Thariq. (AP/Simpulindo).


**Cek berita dan artikel terbaru di Saluran WhatsApp simpulindo.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *