Simpulindo.com, Gorontalo – Prestasi dalam Lomba Cerdas Cermat KUHP-KUHAP tingkat Polda Gorontalo berbuah kesempatan menjalankan ibadah umrah bagi tiga personel Direktorat Intelijen Keamanan (Ditintelkam).
Hadiah itu diberikan sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan tim Ditintelkam menjadi juara dalam lomba yang digelar pada 10 Agustus 2026 dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara.
Tim pemenang diperkuat Aipda Dr. Subhan Ashir Dai, S.H., M.H., Bripka Saidin Arafah, dan Brigadir Rizki Kasiati. Ketiganya berhasil menunjukkan penguasaan materi Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) dalam kompetisi yang mempertemukan personel di lingkungan Polda Gorontalo.
Bagi personel intelijen, kemenangan itu tidak sekadar menambah daftar prestasi satuan. Penguasaan hukum menjadi bagian penting dalam menjalankan tugas yang menuntut ketelitian membaca situasi dan mengambil langkah sesuai kewenangan.
Tugas intelijen tidak hanya berkaitan dengan pengumpulan informasi dan deteksi dini. Setiap langkah operasional juga harus memiliki landasan hukum yang jelas agar pelaksanaannya tetap berada dalam koridor aturan.
Karena itu, kemampuan memahami KUHP dan KUHAP menjadi bekal penting bagi personel dalam menghadapi berbagai persoalan yang muncul di lapangan. Kompetisi cerdas cermat menjadi salah satu ruang untuk menguji sejauh mana pengetahuan hukum itu dikuasai.

Kapolda Gorontalo Irjen Pol. Drs. Widodo, S.H., M.H., memberikan penghargaan berupa hadiah umrah kepada para pemenang. Apresiasi ini sekaligus menjadi dorongan bagi personel untuk terus meningkatkan kemampuan dan memperluas pengetahuan di bidang hukum.
Hadiah umrah memberi makna berbeda bagi para pemenang. Penghargaan tidak hanya ditempatkan sebagai imbalan atas keberhasilan dalam kompetisi, tetapi juga menjadi bentuk penghargaan terhadap proses belajar dan kesungguhan personel meningkatkan kapasitas diri.
Prestasi tim Ditintelkam diharapkan dapat mendorong personel di lingkungan Polda Gorontalo untuk menjadikan peningkatan kemampuan sebagai bagian dari profesionalisme dalam menjalankan tugas.
Bagi intelijen, ketajaman membaca perkembangan situasi perlu berjalan beriringan dengan pemahaman terhadap hukum. Keduanya menjadi modal agar tugas kepolisian dapat dilaksanakan secara profesional sekaligus tetap menghormati koridor hukum.
“Sekali Intelijen Tetap Intelijen.”












