Berita

Dugaan Kebocoran Solar Subsidi di Gorontalo, Aliansi Mahasiswa Peduli Energi Dorong Pembentukan Satgas di Setiap SPBU

×

Dugaan Kebocoran Solar Subsidi di Gorontalo, Aliansi Mahasiswa Peduli Energi Dorong Pembentukan Satgas di Setiap SPBU

Sebarkan artikel ini
Aksi Demonstrasi Aliansi Mahasiswa Peduli Energi. Foto: simpulindo
Aksi Demonstrasi Aliansi Mahasiswa Peduli Energi. Foto: simpulindo

Simpulindo.com, Gorontalo – Aksi demonstrasi yang digelar Aliansi Mahasiswa Peduli Energi di kawasan perlimaan Kota Gorontalo berlangsung tegang. Massa menuntut Pemerintah Provinsi Gorontalo segera membentuk satuan tugas pengawasan distribusi BBM bersubsidi, khususnya solar, di setiap SPBU.

Jenderal Lapangan Aliansi Mahasiswa Peduli Energi, Erlin Adam, mengatakan persoalan kelangkaan solar bersubsidi terus berulang tanpa penanganan yang jelas. Karena itu, aliansi mendesak pemerintah daerah membentuk Satgas BBM yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari aparat penegak hukum, DPRD Provinsi Gorontalo, Dinas Perhubungan, hingga PT Pertamina Patra Niaga wilayah Gorontalo.

“Kami membawa isu besar soal kelangkaan BBM solar subsidi di Gorontalo. Solusi yang kami dorong adalah pembentukan Satgas di setiap SPBU agar distribusi bisa diawasi bersama,” kata Erlin, Senin (25/5/2026).

Menurut Erlin, Desakan pembentuk satgas ini bukan tanpa alasan, para sopir angkutan dan kelompok masyarakat telah berkali-kali bertemu pemerintah daerah untuk menyampaikan persoalan serupa. Dalam sejumlah pertemuan, pemerintah bahkan disebut sempat menjanjikan pembentukan Satgas.

“Katanya Satgas akan dibentuk, tetapi sampai sekarang belum ada realisasinya. Karena itu kami turun melakukan aksi demonstrasi,” ujarnya.

Aliansi Mahasiswa Peduli Energi Saat Menunggu Kedatangan Wakil Gubernur Gorontalo. Foto: Simpulindo
Aliansi Mahasiswa Peduli Energi Saat Menunggu Kedatangan Wakil Gubernur Gorontalo. Foto: Simpulindo

Situasi di lapangan sempat memanas ketika massa aksi mengaku akan ditemui Wakil Gubernur Gorontalo. Beberapa pejabat, seperti perwakilan Dinas Perhubungan dan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Gorontalo, telah berada di lokasi. Akan tetapi, pertemuan urung berlangsung setelah terjadi keributan di tengah aksi.

Erlin menyebut ada pihak-pihak yang berusaha membubarkan massa karena lalu lintas terganggu. Di tengah situasi itu, perwakilan pemerintah yang hadir meninggalkan lokasi aksi.

“Kami sejak pagi bertahan sampai sore, tetapi tidak ada jawaban yang jelas atas tuntutan kami. Setelah terjadi insiden, perwakilan pemerintah justru pergi dari lokasi,” ucap Erlin.

Aliansi mahasiswa berharap pemerintah daerah, kepolisian, dan PT Pertamina Patra Niaga dapat duduk bersama membahas persoalan distribusi solar subsidi. Massa juga membawa dokumen fakta integritas yang berisi usulan pembentukan Satgas pengawasan BBM di seluruh SPBU di Gorontalo.

Selain itu, Erlin juga menegaskan, keberadaan Satgas diperlukan untuk mencegah kebocoran distribusi BBM subsidi sekaligus menekan praktik mafia solar yang masih terjadi di sejumlah wilayah.

Selain unsur pemerintah daerah dan kepolisian, aksi itu juga dihadiri aparat dari Polda Gorontalo. Kendati demikian, massa menilai belum ada pihak yang mampu memberikan kepastian atas tuntutan mereka.

Aliansi Mahasiswa Peduli Energi menyatakan akan kembali menggelar aksi lanjutan apabila pemerintah daerah belum juga membentuk Satgas pengawasan BBM subsidi.

“Kami akan turun lagi dengan isu yang sama sampai ada langkah konkret dari pemerintah provinsi,” pungkasnya. (An/Simpulindo).

Kami berkomitmen menyajikan informasi faktual dari lapangan. Ikuti perkembangan terbaru melalui saluran kami Klik Disini https://bit.ly/4n8h1GD

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *