Parlemen

Paripurna DPRD, Persoalan Sampah Masuk Rekomendasi LKPJ 2025

×

Paripurna DPRD, Persoalan Sampah Masuk Rekomendasi LKPJ 2025

Sebarkan artikel ini
Rapat Paripurna DPRD Kota Gorontalo. Foto: Simpulindo
Rapat Paripurna DPRD Kota Gorontalo. Foto: Simpulindo

Simpulindo.com, Gorontalo – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Gorontalo menutup pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Kepala Daerah Tahun Anggaran 2025 melalui rapat paripurna, Senin (20/4/2026) malam. Sejumlah rekomendasi disampaikan, dengan persoalan sampah menjadi perhatian utama.

Wakil Ketua DPRD Kota Gorontalo, Rivai Bukusu, menyatakan rapat paripurna telah menghasilkan sejumlah catatan strategis bagi pemerintah daerah.

“Alhamdulillah kami dari DPRD Kota Gorontalo pada malam hari ini, barusan menyelesaikan rapat paripurna tentang laporan pertanggungjawaban kepala daerah untuk tahun 2025. Baru selesai, ada beberapa rekomendasi dari DPR yang dilahirkan mengenai pertanggungjawaban Pak Wali Kota. Tapi akhirnya tadi dijawab oleh Pak Wakil Wali Kota semua apa yang rekomendasi dari DPRD,” kata Rivai.

Rekomendasi yang disusun DPRD mencakup berbagai sektor pembangunan. Namun, isu pengelolaan sampah dinilai paling mendesak seiring meningkatnya volume produksi harian di wilayah kota.

Menurut Rivai, timbunan sampah di Kota Gorontalo telah mencapai lebih dari 90 ton per hari. Angka ini menunjukkan tren peningkatan yang signifikan, dipicu oleh aktivitas rumah tangga hingga sektor usaha seperti rumah makan dan perhotelan.

“Rekomendasi itu perbaikan-perbaikan di semua lini, yang menitik beratkan terutamanya sampah. Kalau saya lihat itu sampah di Kota Gorontalo sudah 90 ton per hari. Kayaknya itu yang menitik beratkan karena produksi sampah di Kota Gorontalo semakin meningkat,” ucapnya.

Ia menegaskan bahwa lonjakan itu menjadi sinyal bagi pemerintah daerah untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah secara menyeluruh, mulai dari hulu hingga hilir.

DPRD, kata Rivai, mendorong langkah konkret agar persoalan lingkungan ini tidak berkembang menjadi krisis perkotaan. (An/Simpulindo).


Kami berkomitmen menyajikan informasi faktual dari lapangan. Ikuti perkembangan terbaru melalui saluran kami Klik Disini https://bit.ly/4n8h1GD

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *