Kriminal

Tragedi Bandung: Seorang Gadis Disabilitas Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual

×

Tragedi Bandung: Seorang Gadis Disabilitas Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual

Sebarkan artikel ini
Gambar ilustrasi
Gambar ilustrasi

Simpulindo.com, – Sebuah kejadian memilukan menimpa seorang gadis berusia 23 tahun yang memiliki keterbatasan pendengaran. Ia diduga menjadi korban kekerasan seksual yang menyebabkan dirinya hamil dengan usia kandungan sekitar enam bulan.

Kasus ini telah dilaporkan ke pihak kepolisian, dan keluarga korban berharap proses hukum segera berjalan. Kakak korban, JH (25), mengungkapkan kronologi awal peristiwa ini. Menurut JH, korban bekerja di salah satu tempat usaha di kawasan wisata kuliner Bandung.

Baca juga:  Polda Gorontalo Serahkan Tersangka Penyalahgunaan Minyakita ke Kejari Boalemo

“Kabar ini pertama kali saya dengar dari pemilik tempat kerja adik saya. Setelah mendapat informasi tersebut, saya langsung mendatangi lokasi untuk mencari kejelasan dan melaporkannya kepada pihak berwajib,” ujar JH. Senin (6/1/2025).

JH menduga korban memiliki hubungan dengan salah satu pelaku selama hampir setahun, namun tidak pernah menceritakan hal ini kepada keluarga. Keadaan baru terungkap setelah korban menunjukkan tanda-tanda kehamilan, seperti mual dan muntah.

Baca juga:  Tim Gabungan Polri dan Bea Cukai Gagalkan Penyulundupan 151.000 Benih Lobster di Perairan Bintan

“Adik saya tidak pernah keluar di waktu-waktu yang mencurigakan. Saya baru menduga ada sesuatu saat kami melihat gejala yang dialaminya,” tambah JH.

Pihak keluarga kini meminta agar pelaku segera ditindak. Berdasarkan pengakuan korban, kemungkinan ada lebih dari satu orang yang terlibat, dan insiden tersebut diduga telah terjadi beberapa kali.

“Kami berharap kasus ini segera dituntaskan, dan pelaku dihukum seadil-adilnya. Adik saya mengatakan bahwa jumlah pelaku mungkin lebih dari sembilan orang,” tutur JH penuh harap.

Baca juga:  Polisi Tetapkan 9 Tersangka Kasus Kematian Mahasiswa UNG Usai Ikut Diksar Mapala BTN

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Jules Abraham Abast, menyatakan bahwa laporan tersebut sedang dalam proses penyelidikan.

“Kami terus mendalami laporan ini. Perkembangan lebih lanjut akan kami sampaikan setelah ada hasil dari penyelidikan,” ujarnya


**Cek berita dan artikel terbaru di Saluran WhatsApp simpulindo.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *