Pohuwato

Ketua BPD Padengo Ungkap Dugaan Kejanggalan Proyek Infrastruktur Desa

×

Ketua BPD Padengo Ungkap Dugaan Kejanggalan Proyek Infrastruktur Desa

Sebarkan artikel ini
proyek jalan rabat beton desa padengo
proyek jalan rabat beton desa padengo

Simpulindo.com, – Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Padengo, Hamid Ibrahim, mengungkap adanya sejumlah kejanggalan dalam proyek pembangunan infrastruktur desa yang saat ini tengah berjalan. Pernyataan tersebut disampaikannya usai adanya mediasi antara Tim Pengelola Kegiatan (TPK) dan pihak-pihak terkait.

Menurut Hamid, mediasi tersebut baru dilakukan setelah persoalan dalam proyek dipermasalahkan oleh BPD. Dalam pertemuan itu, TPK akhirnya merealisasikan beberapa item pekerjaan yang selama ini belum terlaksana. Namun, ia menyoroti bahwa pekerjaan yang telah lebih dulu dikerjakan sepanjang lebih dari 200 meter dinilai tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Baca juga:  Anggota DPRD Pohuwato Diduga Bekerja Sama dengan Penimbun BBM Subsidi

“Anggota kami sudah turun langsung ke lapangan sejak awal pekerjaan dimulai. Dari hasil pengawasan, ditemukan beberapa kejanggalan,” ujar Hamid, Jumat (25/4/2025).

Selain itu, Hamid juga mengungkapkan adanya dugaan intimidasi terhadap anggota BPD saat hendak melakukan pengawasan di lokasi proyek. Insiden tersebut terjadi sejak awal pelaksanaan pekerjaan pada sekitar tanggal 3 April.

Baca juga:  Rp 2 Miliar untuk Proyek Air Bersih di Molosipat Utara, Hanya Dinikmati Satu Dusun

“Saat anggota kami turun ke lapangan, sempat ada kalimat bernada ancaman dari salah satu oknum TPK. Ia mengatakan, ‘tidak ba dengar pa kita’,” tutur Hamid.

Ancaman serupa kembali terjadi pada tanggal 24 April sekitar pukul 14.00 WITA, kali ini ditujukan langsung kepada lembaga BPD. Oknum TPK yang sama disebut melontarkan ucapan “kalau macam-macam buboho”, yang menurut Hamid bermakna ancaman kekerasan fisik dengan menggunakan alat.

Hamid juga membenarkan pernyataan salah seorang warga yang sebelumnya diberitakan media, bahwa kondisi di lapangan memang tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang tercantum dalam RAB.

Baca juga:  PPMPB-G Desak DPRD Pohuwato Evaluasi Total Pelayanan Kesehatan di Popayato

“Kami tidak asal bicara. Temuan di lapangan menunjukkan pekerjaan ini bermasalah,” tegasnya.

Akibat sejumlah kejanggalan tersebut, lanjut Hamid, muncul reaksi dari masyarakat yang merasa kecewa. Beberapa warga bahkan berencana untuk membongkar pekerjaan yang dianggap tidak sesuai dengan ketentuan.


**Cek berita dan artikel terbaru di Saluran WhatsApp simpulindo.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *