Pendidikan

Kematian Ibu dan Bayi Masih Tinggi, Mahasiswa KKN UNG Hadirkan Platform Siaga Bumil

×

Kematian Ibu dan Bayi Masih Tinggi, Mahasiswa KKN UNG Hadirkan Platform Siaga Bumil

Sebarkan artikel ini
Peserta KKN Profesi Kesehatan UNG. (Foto: Istimewa)
Peserta KKN Profesi Kesehatan UNG. (Foto: Istimewa)

Simpulindo.com, Gorontalo – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Profesi Kesehatan Universitas Negeri Gorontalo (UNG) mengembangkan website Siaga Ibu Hamil (Bumil) di Desa Isimu Selatan, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo.

Program ini dirancang untuk memperkuat deteksi dini risiko kehamilan sekaligus membantu kader kesehatan dan puskesmas memantau kondisi ibu hamil secara lebih terdata.

Peserta KKN Profesi Kesehatan UNG, Nur Attila Putri Hunawa, mengatakan website itu nantinya memuat data ibu hamil yang dihimpun melalui pendataan dan pemeriksaan langsung di lapangan.

“Dari website itu mau buat untuk screening risiko tinggi pada ibu hamil dan monitoring. Deteksi dini risiko kehamilan, dengan begitu bisa dilakukan penguatan peran keluarga dalam menjaga keselamatan ibu hamil,” kata Nur Attila, Minggu (23/8/2026).

Baca juga:  Mahasiswa UNG Ubah Limbah Batang Pisang Jadi Solusi Pertanian Berkelanjutan

Pengembangan website diawali dengan kunjungan langsung ke rumah-rumah warga. Mahasiswa melakukan pendataan ibu hamil, mulai dari nama dan usia, sekaligus pemeriksaan kesehatan dasar.

Pemeriksaan meliputi pengecekan tekanan darah serta skrining awal kondisi kehamilan. Data hasil kunjungan rumah dan pemeriksaan itu menjadi basis awal yang akan dimasukkan ke dalam sistem.

Setelah pengembangan rampung, website dapat diakses kader kesehatan dan Puskesmas di Kecamatan Tibawa untuk membantu pemantauan ibu hamil di Desa Isimu Selatan.

Baca juga:  Viral Video Melecehkan Masa Aksi, BEM UNG Minta Surya Paloh Tindak Kader NasDem di DPRD Gorut
Pengecekan kesehatan dasar. (Foto: Istimewa)
Pengecekan kesehatan dasar. (Foto: Istimewa)

Sementara itu, Kordes KKN Profesi Kesehatan, Mohammad Fajar Opaladu menyampaikan bahwa pengembangan sistem digital ini dilakukan karena masih tingginya angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Gorontalo. Hingga Juli 2026, tercatat 12 kasus kematian ibu serta 36 kasus kematian neonatal dan bayi di daerah itu.

“Kondisi inilah yang mendorong kami mahasiswa KKN Profesi Kesehatan UNG mengangkat keselamatan ibu dan anak sebagai program utama di Desa Isimu Selatan,” ucap Fajar.

Baca juga:  Ketua Osis SMK 2 Palu Dicopot Setelah Terlibat Aksi Demonstrasi

Program ini menjadi bagian dari KKN Profesi Kesehatan UNG yang berlangsung 15 Juli hingga 28 Agustus 2026.

Website Siaga Bumil diharapkan tidak hanya menjadi sarana penyimpanan data, tetapi juga membantu kader mengenali ibu hamil yang membutuhkan perhatian lebih cepat.

“Kami berharap platform digital yang kami buat ini dapat terus dimanfaatkan. Kader kesehatan dan masyarakat di Desa Isimu Selatan dapat menggunakan website ini sebagai bagian dari pemantauan kesehatan ibu hamil secara berkelanjutan,” pungkas Fajar. (An/Simpulindo).


**Cek berita dan artikel terbaru di Saluran WhatsApp simpulindo.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *