Simpulindo.com, Gorontalo – Sebanyak 195 pelajar dan mahasiswa di 15 desa binaan di Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, menerima beasiswa dari Biomasa Group melalui program tanggung jawab sosial
Bantuan pendidikan senilai total Rp 360 juta selama satu tahun itu menyasar siswa sekolah dasar hingga mahasiswa perguruan tinggi. Program ini diharapkan dapat membantu keluarga penerima manfaat memenuhi kebutuhan pendidikan sekaligus menjaga keberlanjutan sekolah anak-anak mereka.
Biomasa Group terdiri atas PT Inti Global Laksana (IGL), PT Banyan Tumbuh Lestari (BTL), dan PT Biomasa Jaya Abadi (BJA). Beasiswa tersebut disalurkan secara rutin setiap bulan untuk membantu kebutuhan perlengkapan belajar dan biaya penunjang pendidikan lainnya.
Direktur Biomasa Group, Zunaidi, mengatakan pendidikan merupakan fondasi penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia. Karena itu, perusahaan berupaya memperluas kesempatan pendidikan bagi anak-anak yang tinggal di sekitar wilayah operasionalnya.
“Pendidikan adalah fondasi utama untuk membentuk kualitas sumber daya manusia. Kami ingin anak-anak di sekitar wilayah operasional perusahaan memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik,” kata Zunaidi, Sabtu (11/10/2026).
Menurut dia, pendidikan diharapkan dapat membekali generasi muda dengan pengetahuan dan kompetensi yang dibutuhkan untuk berkontribusi terhadap pembangunan daerah.
Dari total penerima beasiswa, sebanyak 90 siswa merupakan pelajar sekolah dasar, 45 siswa sekolah menengah pertama, 45 siswa sekolah menengah atas, dan 15 mahasiswa perguruan tinggi.
Membantu keluarga memenuhi biaya pendidikan
Bagi keluarga dengan keterbatasan ekonomi, biaya pendidikan dapat menjadi beban yang memengaruhi keberlanjutan sekolah anak. Kehadiran beasiswa ini dinilai membantu orang tua memenuhi kebutuhan pendidikan tanpa sepenuhnya bergantung pada pendapatan keluarga.
Seorang orang tua penerima beasiswa dari Desa Marisa mengaku bersyukur atas bantuan tersebut karena dapat meringankan biaya sekolah anaknya.
Hal serupa disampaikan orang tua penerima beasiswa dari Desa Bunto. Ia menilai bantuan perusahaan turut mengurangi tekanan ekonomi keluarga dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anak.
Dukungan juga datang dari pemerintah desa dan tenaga pendidik. Pemerintah Desa Bunto berharap program beasiswa tersebut dapat terus berlanjut dan ditingkatkan agar semakin banyak anak memperoleh kesempatan belajar.
Sementara itu, aparat Desa Telaga Biru berharap para penerima beasiswa dapat melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi.
Apresiasi juga disampaikan seorang guru SMP Negeri 1 Lemito. Menurut dia, bantuan pendidikan tersebut sangat berarti bagi siswa, terutama mereka yang berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi menengah ke bawah.
Beasiswa dan perlindungan sosial
Selain bantuan pendidikan, Biomasa Group menjalankan sejumlah program sosial bagi masyarakat di 15 desa binaan. Salah satunya berupa santunan bagi anak yatim piatu yang disalurkan setiap tiga bulan, dengan 10 penerima di setiap desa atau total 150 penerima.
Perusahaan juga memberikan bantuan iuran bulanan BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja mandiri atau peserta Bukan Penerima Upah (BPU). Program tersebut telah menjangkau 215 warga dari 15 desa binaan.
Program perlindungan sosial itu sejalan dengan upaya Pemerintah Kabupaten Pohuwato memperluas cakupan jaminan sosial ketenagakerjaan melalui Universal Coverage Jamsostek (UCJ), khususnya bagi masyarakat yang rentan terhadap dampak ekonomi akibat kecelakaan kerja maupun kematian.
Melalui berbagai program tersebut, Biomasa Group menyatakan ingin menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan. Perusahaan berharap kegiatan usahanya terus berkembang sekaligus memberikan kontribusi positif terhadap kesejahteraan warga dan kemajuan daerah. (Adv).












