Berita

Bahlil Lahadalia Tanggapi Santai Meme Dirinya: “Sudah Biasa Dihina Sejak Kecil”

×

Bahlil Lahadalia Tanggapi Santai Meme Dirinya: “Sudah Biasa Dihina Sejak Kecil”

Sebarkan artikel ini
Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia. Foto: Instgram/@bahlillahadalia
Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia. Foto: Instgram/@bahlillahadalia

Simpulindo.com, Gorut – Ketua Umum Partai Golkar sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menanggapi tenang beredarnya meme dengan wajah dirinya di media sosial. Menurut Bahlil, hal semacam itu bukan hal baru dalam hidupnya.

Dalam keterangannya di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (24/10/2025), Bahlil menyebut telah terbiasa menjadi sasaran hinaan sejak masa kecil.

“Kalau meme yang menyentuh ranah pribadi, saya sudah biasa dihina sejak kecil. Karena saya bukan anak pejabat, saya anak kampung,” ucapnya.

Bahlil menuturkan dirinya berasal dari keluarga sederhana. Ibunya bekerja sebagai buruh cuci dan ayahnya seorang buruh bangunan. Kondisi itu membuatnya terbiasa menghadapi ejekan sejak duduk di bangku sekolah dasar.

Baca juga:  BNPB Belum Tetapkan Banjir Bandang Sumatera sebagai Bencana Nasional

“Ibu saya buruh cuci di rumah orang, ayah saya buruh bangunan. Jadi hinaan sudah saya terima sejak SD,” kata Bahlil.

Bahlil mengaku tidak mempermasalahkan meme yang menyinggung dirinya. Namun, ia menolak jika ada pihak yang berusaha memanfaatkan situasi untuk menekan kebijakan negara.

“Bagi saya tak masalah. Tetapi saya tidak mau ada pihak yang mencoba mendorong kepentingannya untuk mengintervensi kebijakan negara. Itu yang tidak bisa saya terima,” tegasnya.

Baca juga:  Polri Mutasi Sejumlah Pejabat Polda Gorontalo, Ini Daftar Lengkapnya

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Partai Golkar Sarmuji menyampaikan bahwa dua organisasi sayap partai, Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) dan Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI), berencana melaporkan sejumlah akun media sosial yang dianggap menyebarkan konten penghinaan terhadap Bahlil.

Sarmuji mengatakan, langkah tersebut diambil karena kedua organisasi itu menilai sejumlah unggahan telah melewati batas etika dalam menyampaikan kritik.

“Kami sudah menanyakan alasan pelaporan itu. Jawaban mereka, karena ada akun-akun yang membuat konten melampaui batas,” ujar Sarmuji, Kamis (23/10/2025), dilansir dari detik.com.

Baca juga:  Riyono: Istilah "Beras Oplosan" Menyesatkan, Perlu Pelurusan Makna

Sarmuji menambahkan, pelaporan itu bukan semata bentuk pembelaan terhadap Bahlil, tetapi juga sebagai upaya menjaga ruang digital agar tidak dipenuhi ujaran yang merendahkan.

“Mereka melaporkan bukan hanya membela Pak Bahlil, tapi juga agar media sosial tidak dipenuhi ujaran buruk dan fitnah,” pungkasnya. (An/Simpulindo).


Dalam kondisi yang penuh ketidakpastian, simpulindo.com berkomitmen menyajikan informasi faktual dari lapangan. Ikuti perkembangan terbaru melalui saluran kami Klik Disini https://bit.ly/4n8h1GD


**Cek berita dan artikel terbaru di Saluran WhatsApp simpulindo.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *