simpulindo.com, Gorut – Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara terus meningkatkan kewaspadaan menyusul peringatan dini tsunami yang masih berlaku di wilayah pesisir.
Bupati Gorontalo Utara, Thariq Modanggu, turun langsung menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar segera melakukan evakuasi ke lokasi yang lebih aman.
Dalam situasi darurat yang terjadi pada Senin (8/6/26), Thariq meminta warga tetap tenang namun tidak mengabaikan potensi ancaman yang masih mungkin terjadi.
“Masyarakat diminta tenang dan mempersiapkan diri yang kuat,” ujar Thariq saat menyampaikan pesan resmi yang diterimanya dari BMKG.
Bupati menjelaskan bahwa pemerintah daerah telah berkoordinasi langsung dengan tim BMKG yang berada di Gorontalo Utara.
Berdasarkan informasi tersebut, peringatan dini tsunami belum dicabut dan masyarakat yang bermukim di kawasan pesisir diminta segera melakukan evakuasi mandiri menuju daerah yang lebih tinggi.
Menurut Thariq, BMKG juga melaporkan bahwa sejumlah wilayah di Sulawesi Utara telah terdeteksi mengalami kenaikan gelombang tsunami, sehingga masyarakat diminta tidak lengah.
“Silakan evakuasi mandiri ke tempat yang tinggi. Peringatan dini belum berakhir. Beberapa tempat di Sulawesi Utara sudah terdeteksi ketinggian tsunami,” kata Thariq menyampaikan pesan BMKG.
Imbauan tersebut diperkuat oleh kondisi yang terjadi di lapangan. Sebuah video amatir yang beredar luas melalui akun Facebook Eman Ndebang memperlihatkan gelombang yang menghantam kawasan pesisir Desa Imana, Kecamatan Atinggola.
Dalam rekaman tersebut terlihat sejumlah perahu nelayan terseret arus dan dihantam ombak berwarna coklat keruh yang masuk hingga ke daratan. Kondisi itu memicu kepanikan warga yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Sebelumnya, sirene peringatan dini tsunami telah dibunyikan di sejumlah titik di Gorontalo Utara. BMKG menetapkan status SIAGA untuk wilayah Gorontalo Bagian Utara sejak pukul 07.24 WIT setelah terjadi gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7.
Gempa tersebut berpusat sekitar 244 kilometer barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara, dengan kedalaman 47 kilometer dan berpotensi memicu gelombang tsunami di sejumlah wilayah pesisir.
Pemerintah daerah bersama BMKG mengimbau seluruh masyarakat yang berada di kawasan pantai agar tidak kembali ke pesisir sebelum ada pengumuman resmi yang menyatakan peringatan dini tsunami telah dicabut.












