simpulindo.com, Gorut – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Popalo kembali menjadi sorotan publik.
Kali ini, perhatian masyarakat tertuju pada menu Asinan Timun atau yang dikenal sebagai Gohu Timun yang disajikan kepada kelompok penerima manfaat B3, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD.
Sejumlah warga mempertanyakan kelayakan menu tersebut karena dinilai mengandung cuka yang dianggap kurang tepat dikonsumsi oleh kelompok rentan, khususnya balita dan ibu hamil.
Salah seorang warga yang enggan disebutkan identitasnya mengaku khawatir terhadap kandungan cuka dalam menu tersebut. Menurutnya, makanan dengan rasa asam yang cukup kuat tidak seharusnya diberikan kepada anak-anak balita maupun ibu hamil.
“Gohu Timun ini mengandung cuka. Kami menilai kurang layak diberikan kepada ibu hamil, ibu menyusui, apalagi balita yang usianya masih di bawah lima tahun,” ujarnya, Sabtu (6/6/26).
Tak hanya soal menu yang disajikan, warga juga kembali mengungkit persoalan kualitas makanan yang sebelumnya sempat dikeluhkan.
Mereka mengaku pernah menemukan makanan dalam kondisi tidak layak konsumsi pada distribusi awal program MBG untuk kelompok B3.
Menurut pengakuan warga, saat itu beberapa menu seperti sayur dan buah diduga sudah tidak segar ketika diterima oleh penerima manfaat.
Keluhan tersebut, kata warga, telah disampaikan kepada relawan yang bertugas mengantar makanan. Namun hingga kini mereka menilai belum ada tindak lanjut yang jelas dari pihak penyelenggara.
Menanggapi sorotan tersebut, Ahli Gizi SPPG Popalo, Melisa Hasan, menjelaskan bahwa menu Asinan Timun yang diberikan masih aman dan layak dikonsumsi oleh kelompok B3.
Menurutnya, timun memiliki kandungan air yang tinggi dan dapat membantu menjaga hidrasi tubuh. Ia juga menegaskan bahwa yang tidak dianjurkan untuk dikonsumsi adalah cuka dalam kondisi mentah dan berlebihan.
“Sepengetahuan dan pemahaman saya, Gohu Timun layak dikonsumsi oleh ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.Yang tidak dianjurkan itu cuka mentah. Kalau dalam menu ini cuka sudah diolah bersama bahan makanan lainnya,” jelas Melisa saat ditemui di dapur SPPG Popalo.
Sementara itu, Asisten Lapangan (Aslap) SPPG Popalo membenarkan adanya laporan masyarakat terkait dugaan makanan basi pada distribusi sebelumnya.
Ia mengatakan laporan tersebut diterima melalui sopir yang bertugas mengantar makanan dan kemudian diteruskan kepada Kepala SPPG Popalo pada hari yang sama.
Namun saat ditanya mengenai langkah yang telah diambil setelah adanya laporan tersebut, pihak Aslap memilih tidak memberikan keterangan lebih lanjut.
Di sisi lain, Kepala SPPG Popalo belum dapat memberikan penjelasan kepada awak media. Pihak SPPG menyampaikan bahwa yang bersangkutan sedang beristirahat saat wartawan mencoba melakukan konfirmasi.
Diketahui, menu MBG yang didistribusikan kepada kelompok B3 pada Sabtu (6/6/2026) terdiri dari nasi, telur puyuh balado, tahu goreng, dan asinan timun untuk ibu hamil serta ibu menyusui. Sedangkan balita non-PAUD menerima nasi, telur puyuh rebus, tahu goreng, dan asinan timun.
Perdebatan mengenai kelayakan menu tersebut pun memunculkan harapan masyarakat agar evaluasi terhadap kualitas makanan dan distribusi program MBG terus dilakukan guna memastikan seluruh penerima manfaat mendapatkan asupan yang aman, sehat, dan sesuai kebutuhan gizi.(Ap/Simpulindo)












