Nasional

Prabowo: Impor Pangan Tak Masuk Akal bagi Indonesia

×

Prabowo: Impor Pangan Tak Masuk Akal bagi Indonesia

Sebarkan artikel ini
Presiden RI, Prabowo Subianto. Foto: Istimewa
Presiden RI, Prabowo Subianto. Foto: Istimewa

Simpulindo.com, Jabar – Presiden Prabowo Subianto menyebut ketergantungan Indonesia pada impor pangan sebagai ironi yang bertentangan dengan akal sehat. Pernyataan itu disampaikan saat Panen Raya sekaligus pengumuman swasembada beras di Kabupaten Karawang.

Di hadapan petani dan jajaran pemerintah, Presiden menegaskan keganjilan situasi bangsa yang dikaruniai lahan luas, tanah subur, dan sumber daya melimpah, tetapi selama bertahun-tahun menggantungkan kebutuhan pangan pada negara lain.

“Yang tidak masuk di akal saya, bagaimana bisa negara yang begini besar, negara yang diberi karunia oleh Yang Maha Kuasa, bumi yang luas, bumi yang kaya, tanah yang subur, tetapi kita tergantung bangsa lain untuk pangan kita. Kita impor, impor, impor pangan. Tidak masuk di hati saya tidak masuk di akal saya,” kata Prabowo, dikutip dari kompas.com, Kamis (8/1/2025).

Kepala Negara juga menggarisbawahi paradoks sejarah Indonesia yang telah merdeka puluhan tahun setelah perjuangan panjang melawan penjajahan, tetapi belum sepenuhnya berdiri di atas kekuatan sendiri dalam urusan pangan. Kekayaan nasional, lanjutnya, belum dirasakan secara adil oleh rakyat.

“Saya tidak dapat menerima di akal sehat saya dan di hati saya, bagaimana negara yang begini makmur, bagaimana negara yang berjuang ratusan tahun untuk merdeka, tetapi kekayaannya kurang dinikmati oleh sebagian besar rakyat Indonesia,” ucap Prabowo.

Situasi itu, diakui Presiden, menandakan adanya kekeliruan arah kebijakan pada masa lalu. Tanpa mengklaim diri sebagai pakar, Prabowo menekankan kemampuan membaca tanda-tanda ketimpangan yang dialami masyarakat.

“Saya memang bukan orang pintar, saya tidak punya gelar profesor, tapi saya bisa melihat yang benar dan yang tidak benar. Saya bisa melihat yang masuk akal dan yang tidak masuk akal,” ujarnya.

Prabowo menambahkan, kepekaan terhadap rasa keadilan mendorongnya terus berjuang melakukan pembenahan, bahkan sebelum memimpin pemerintahan. Tuduhan ambisi kekuasaan, termasuk cap diktator dan rencana kudeta, disebutnya tidak menggoyahkan komitmen pengabdian.

“Karena itu saya berjuang terus, saya dituduh mau jadi diktator. Saya dituduh mau berkuasa, saya dituduh mau kudeta, tetapi saya sejak muda saya bersumpah sebagai prajurit adalah prajurit dari Tentara Nasional Indonesia. TNI adalah tentara rakyat, TNI lahir dari rakyat. Waktu kita berjuang kita diberi makan oleh rakyat Indonesia,” pungkas Prabowo.

Indonesia resmi mengumumkan swasembada beras pada 2025. Target awal yang dipatok empat hingga lima tahun justru terlampaui dalam waktu satu tahun sejak Prabowo memimpin. Sepanjang 2025, produksi beras nasional mencapai 34,71 juta ton, angka tertinggi dalam sejarah.

Badan Pangan Nasional mencatat, memasuki awal 2026, stok beras nasional berada di level 12,529 juta ton. Jumlah itu mencakup 3,248 juta ton Cadangan Beras Pemerintah, serta persediaan di rumah tangga, restoran, hotel, dan sektor lain. (An/Simpulindo).


Kami berkomitmen menyajikan informasi faktual dari lapangan. Ikuti perkembangan terbaru melalui saluran kami Klik Disini https://bit.ly/4n8h1GD

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *