Lingkungan

KAMMI Gorontalo Kecam Dugaan Pesta di Area Tambang Saat Warga Hulawa Dilanda Banjir

×

KAMMI Gorontalo Kecam Dugaan Pesta di Area Tambang Saat Warga Hulawa Dilanda Banjir

Sebarkan artikel ini
Parti perusahaan tambang di tentah momen banjir desa hulawa
Parti perusahaan tambang di tentah momen banjir desa hulawa

Simpulindo.com, Pohuwato – Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Gorontalo mengecam keras dugaan pesta hiburan yang berlangsung di lingkungan operasional tambang emas PT Merdeka Gold Resources Tbk (MGR) di tengah bencana banjir yang melanda Desa Hulawa, Kabupaten Pohuwato.

Kecaman tersebut disampaikan menyusul beredarnya video yang menampilkan pesta dengan iringan musik disc jockey (DJ) serta aksi joget dua biduan. Rekaman berdurasi singkat itu disebut diambil saat pergantian tahun dan menyebar luas di berbagai platform media sosial.

Ketua Umum KAMMI Gorontalo, Rifaldi Halang, menilai peristiwa tersebut sebagai ironi yang melukai rasa keadilan publik, terutama bagi warga yang sedang berjuang menghadapi dampak banjir.

“Saya mengecam keras dugaan tindakan Pani Gold Mine yang berpesta di tengah duka masyarakat Pohuwato akibat banjir. Lebih dari sekadar soal empati, peristiwa ini menjadi ironi yang menyakitkan karena banjir tersebut tidak dapat dilepaskan dari aktivitas perusahaan itu sendiri,” kata Rifaldi, Jumat (2/1/2025).

Sejumlah warga menilai eksplorasi di kawasan perbukitan sekitar desa turut memperparah dampak banjir yang merendam permukiman. Meski pihak perusahaan menyatakan kegiatan operasional telah berjalan sesuai kaidah dan prinsip lingkungan, keberadaan tambang tetap dipersepsikan memberi tekanan terhadap kondisi alam setempat.

Rifaldi menegaskan, bencana ekologis tidak dapat dilepaskan dari praktik eksploitasi alam yang mengabaikan kehati-hatian lingkungan dan tanggung jawab sosial.

Ia juga menolak normalisasi sikap yang dianggap mengaburkan persoalan struktural di balik bencana.

“Permintaan maaf tidak boleh menjadi alat depolitisasi masalah struktural yang lebih dalam. Negara dan pemerintah daerah wajib hadir secara objektif dan berkeadilan, dengan memberikan sanksi tegas serta melakukan evaluasi menyeluruh terhadap praktik perusahaan,” ucapnya.

Menurut Rifaldi, kegagalan negara bersikap tegas hanya akan memperkuat anggapan publik bahwa kepentingan modal lebih diutamakan dibandingkan keselamatan dan martabat masyarakat.

Sebelumnya, sebuah video yang menampilkan pesta dengan iringan musik disc jockey (DJ) serta aksi joget dua biduan beredar luas di media sosial. Rekaman berdurasi singkat itu memperlihatkan sejumlah orang menikmati hiburan di sebuah ruangan dengan pencahayaan temaram. Video tersebut disebut direkam pada momen pergantian tahun dan menyebar melalui berbagai platform digital.

Informasi yang beredar menyebutkan, lokasi perekaman diduga berada di lingkungan operasional tambang emas PT Merdeka Gold Resources Tbk (MGR), anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk. Dugaan tersebut memicu reaksi publik karena pada waktu yang sama warga Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia, Kabupaten Pohuwato, tengah menghadapi bencana banjir.

Desa Hulawa diketahui berbatasan langsung dengan kawasan pertambangan emas perusahaan tersebut. Kedekatan wilayah itu menjadikan video pesta dipandang sensitif oleh masyarakat, terutama di tengah situasi darurat yang dialami warga akibat luapan air yang merendam permukiman. (An/Simpulindo).


Kami berkomitmen menyajikan informasi faktual dari lapangan. Ikuti perkembangan terbaru melalui saluran kami Klik Disini https://bit.ly/4n8h1GD

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *