Simpulindo.com, Pohuwato – Rekaman perayaan tahun baru yang diduga melibatkan karyawan Pani Gold Mine memantik sorotan publik. Tayangan yang beredar luas di media sosial itu dipandang melukai rasa kemanusiaan, sebab berlangsung ketika Kabupaten Pohuwato masih bergulat dengan bencana ekologis akibat banjir.
Kecaman datang dari Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) Gorontalo. Ketua DPD IMM Gorontalo, Muhammad Arif Bina, menyebut perayaan tersebut mencerminkan sikap yang abai terhadap penderitaan warga di sekitar wilayah operasi tambang.
“Pusat bencana berada tidak jauh dari kawasan pertambangan. Sangat menyakitkan ketika perayaan digelar di atas derita masyarakat Pohuwato,” kata Arif, Jumat (2/1/2026).
Arif menambahkan, permintaan maaf semata belum menjawab persoalan. Sebagai perusahaan berbasis ekstraksi sumber daya alam, Pani Gold Mine memiliki tanggung jawab moral lebih besar terhadap kondisi lingkungan dan sosial di wilayah sekitar tambang.
“Kerusakan alam sudah terjadi. Ketika bencana muncul sebagai dampaknya, yang tampak justru perayaan. Permintaan maaf tidak menyentuh akar persoalan,” ucapnya.
Sebelumnya, sebuah video yang menampilkan pesta dengan iringan musik disc jockey (DJ) serta aksi joget dua biduan viral di berbagai platform media sosial. Rekaman itu diduga diambil di lingkungan operasional tambang emas PT Merdeka Gold Resources Tbk (MGR) pada momen pergantian tahun.
Dalam tayangan berdurasi singkat itu, sejumlah orang terlihat menikmati hiburan di ruangan bercahaya temaram. Dua biduan tampak menari mengikuti alunan musik DJ, sementara beberapa peserta lain menyaksikan dari sekitar panggung.
Belakangan terungkap, lokasi perekaman didua berada di area operasional PT Merdeka Gold Resources Tbk, anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk, yang beroperasi di Kabupaten Pohuwato. Video itu menyebar ketika warga Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia, masih berjuang menghadapi dampak banjir.
Desa Hulawa berbatasan langsung dengan kawasan pertambangan emas. Kedekatan geografis ini membuat situasi semakin sensitif, mengingat aktivitas tambang di wilayah tersebut sejak lama menjadi perhatian masyarakat.
Tak mengherankan, video perayaan tahun baru itu memicu gelombang kritik dari masyarakat dan warganet. Ruang komentar di media sosial dipenuhi kecaman yang menyoroti absennya empati sosial, terutama ketika warga sekitar masih berhadapan dengan dampak bencana. (An/Simpulindo).
Kami berkomitmen menyajikan informasi faktual dari lapangan. Ikuti perkembangan terbaru melalui saluran kami Klik Disini https://bit.ly/4n8h1GD












