Provinsi Gorontalo

Hulonthalo Festival, Panggung Gorontalo Menyongsong Ekonomi Kreatif Global

×

Hulonthalo Festival, Panggung Gorontalo Menyongsong Ekonomi Kreatif Global

Sebarkan artikel ini
Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya. Foto: Adrian
Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya. Foto: Adrian

Simpulindo.com, Goontalo – Hulonthalo Art and Craft Festival 2025 menjadi ruang perjumpaan antara karya budaya dan arah pembangunan nasional. Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, hadir dalam pembukaan festival yang dirangkaikan dengan Gorontalo Karnaval Karawo di Kota Gorontalo, Sabtu (27/9/2025).

Teuku memberi apresiasi atas komitmen Pemerintah Provinsi Gorontalo menggarap industri kreatif sebagai penggerak ekonomi baru.

“Ekonomi kreatif bukan hanya membuka lapangan kerja, tetapi menghadirkan lapangan kerja yang berkualitas. Hal ini sesuai arahan Presiden dalam cita ketiga dan cita kelima pembangunan nasional,” kata Teuku.

Teuku menegaskan, Presiden Prabowo Subianto telah menempatkan ekonomi kreatif sebagai salah satu prioritas dalam menciptakan lapangan kerja berkualitas. Kehadiran subsektor industri kreatif menjadi bagian dari strategi pembangunan yang tidak hanya mengandalkan sumber daya alam, tetapi juga kekuatan budaya, inovasi, dan kreativitas.

Sesuai Perpres Nomor 142 Tahun 2018, terdapat 17 subsektor ekonomi kreatif yang terbagi ke dalam empat klaster besar, yakni berbasis budaya, desain, media, serta teknologi dan digital. Dari subsektor itu, sektor fesyen tercatat sebagai penyumbang ekspor terbesar pada kuartal II 2025 dengan kontribusi 55 persen, disusul kriya 38,9 persen, dan kuliner 5,9 persen.

“Ini bukti nyata bahwa Indonesia, termasuk Gorontalo, memiliki potensi besar dalam rantai nilai global. Motif Karawo yang dulunya hanya simbol kehormatan keluarga, kini telah menjadi desain fesyen elegan yang diminati pasar nasional hingga internasional,” ujarnya.

Gorontalo, menurut Teuku, telah memberi contoh dengan membentuk Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, dan Kebudayaan. Pembentukan perangkat daerah khusus menjadi bukti keseriusan daerah menempatkan sektor kreatif sebagai bagian dari agenda pembangunan.

Apresiasi juga diberikan kepada Bank Indonesia yang turut memperkuat ekosistem ekonomi kreatif. Program kurasi dan pendampingan UMKM menjadi jembatan bagi produk lokal untuk menembus pasar global.

“Pesan saya kepada para perajin dan pelaku ekonomi kreatif, jangan pernah patah semangat. Karya yang Saudara hasilkan bukan sekadar kerajinan, tetapi wujud nyata membawa identitas Gorontalo ke panggung dunia. Mari kita jadikan Hulonthalo sebagai destinasi nasional dan global bagi ekonomi kreatif berbasis budaya,” tutupnya. (AP/Simpulindo).

Dalam kondisi yang penuh ketidakpastian, simpulindo.com berkomitmen menyajikan informasi factual dari lapangan. Ikuti perkembangan terbaru melalui saluran kami https://bit.ly/4n8h1GD

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *