Kabupaten Gorontalo Utara

MoU Hilirisasi Ayam Nasional Jadi Jawaban atas Ikhtiar G210 Thariq-Nurjanah

×

MoU Hilirisasi Ayam Nasional Jadi Jawaban atas Ikhtiar G210 Thariq-Nurjanah

Sebarkan artikel ini
PT Berdikari Bagian dari holding Pangan BUMD ID FOOD, resmi menandatangani Nota Kesepahaman, (MoU) dengan tiga pemerintah daerah, Foto: Istimewah

simpulindo.com, Gorut – Kabupaten Gorontalo Utara bersiap menjadi salah satu pusat pengembangan industri peternakan ayam terintegrasi di Indonesia. Langkah tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PT Berdikari, anggota Holding Pangan BUMN ID FOOD, Pemerintah Provinsi Gorontalo, di Jakarta, Jumat (12/6/26).

Kerja sama ini menjadi tahap awal percepatan program hilirisasi ayam terintegrasi yang bertujuan memperkuat ketahanan pangan nasional, meningkatkan kesejahteraan peternak rakyat, dan memperluas distribusi protein hewani.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Agung Suganda, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari arahan Presiden untuk memperkuat sektor peternakan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak rakyat.

“Investasi ini harus membantu, membina, dan meningkatkan skala usaha peternak rakyat agar mereka memperoleh kepastian harga yang baik di pasar,” ujarnya.

Program ini mendapat dukungan dari Holding Pangan BUMN ID FOOD dan Danantara Indonesia melalui optimalisasi potensi peternakan di Gorontalo dan Bima sebagai sentra produksi protein hewani untuk memasok kebutuhan di Pulau Jawa.

Direktur Utama PT Berdikari, Maryadi, menegaskan bahwa pengembangan industri peternakan tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga membangun ekosistem usaha yang berkelanjutan dan berpihak kepada peternak.

“Tujuan akhir kami bukan sekadar meningkatkan angka produksi, tetapi mewujudkan swasembada protein hewani yang berjalan seiring dengan pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan,” katanya.

Semntara itu, Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail didampingi Ketua DPRD, Idrus Thomas Mopili, Gusnar dalam keteranganya menyatakan kesiapannya untuk mempercepat pengurusan Hak Pengelolaan Lahan (HPL) agar status tanah milik provinsi segera clear.

“Program industrialisasi ini sudah sangat lama ditunggu oleh masyarakat kami,” ujarnya hangat

Jawaban atas Ikhtiar G210

Bupati Gorontalo Utara, Thariq Modanggu, menghadiri penandatanganan MoU bersama  Anggota DPRD Gorontalo Utara, Hamzah Sidik Djibran.

Dalam sambutannya, Thariq menyebut investasi tersebut sebagai jawaban atas berbagai upaya yang selama ini dilakukan pemerintah daerah untuk mengembangkan sektor peternakan.

Menurutnya, program hilirisasi ayam terintegrasi sejalan dengan Gerakan Dua Kambing Sepuluh Ayam (G210) yang telah dijalankan Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara selama setahun terakhir.

“Alhamdulillah, yang hadir bukan hanya sepuluh ekor ayam dan kambing, tetapi insyaallah akan ada jutaan ayam di Gorontalo Utara. Ini menjadi jawaban atas doa dan ikhtiar yang selama ini kami bangun,” ujar Thariq.

Ia meyakini program tersebut akan mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat yang menggantungkan hidup pada sektor peternakan.

Sebanyak 509 Peternak Siap Bermitra

Thariq mengungkapkan bahwa Gorontalo Utara saat ini memiliki 229 peternak mandiri. Sebagian besar masih menghadapi kendala ketersediaan pakan.

Karena itu, rencana pembangunan pabrik pakan oleh PT Berdikari mendapat sambutan positif dari pemerintah daerah dan para peternak.

Selain itu, pemerintah daerah telah mendata 280 calon peternak yang siap bermitra dalam program tersebut. Dengan demikian, total 509 peternak siap terlibat dalam pengembangan industri peternakan ayam terintegrasi.

“Program ini sangat dinantikan masyarakat dan peternak kami. Kehadiran pabrik pakan menjadi kebutuhan mendesak untuk memperkuat usaha peternakan lokal,” katanya.

Dukung Program Makan Bergizi

Thariq juga menyoroti tingginya kebutuhan telur dan daging ayam untuk mendukung program makan bergizi.

Saat ini, Gorontalo Utara memiliki 27 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang melayani lebih dari 27 ribu siswa. Menurutnya, kebutuhan protein hewani akan terus meningkat sehingga industri peternakan terintegrasi menjadi solusi untuk menjaga pasokan pangan daerah.

Dorong Pengentasan Kemiskinan

Thariq menegaskan bahwa sektor peternakan dapat menjadi instrumen penting untuk menekan angka kemiskinan.

Saat ini, sekitar 11.781 keluarga di Gorontalo Utara masih berada pada kelompok desil satu atau kategori masyarakat berpenghasilan terendah.

“Dengan hadirnya 509 peternak yang akan bermitra, manfaatnya akan langsung dirasakan masyarakat. Kami optimistis program ini dapat mengubah kemiskinan menjadi kesejahteraan,” tegasnya.

Siap Jadi Simpul Logistik Kawasan Timur

Selain menyiapkan sumber daya peternak, Gorontalo Utara juga memperkuat dukungan infrastruktur. Daerah ini memiliki Pelabuhan Kwandang sebagai pintu distribusi antarwilayah.

Pemerintah daerah juga tengah mengembangkan pelabuhan internasional melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dengan nilai investasi mencapai Rp1,4 triliun.

Thariq menegaskan bahwa Gorontalo Utara siap menjadi simpul logistik bagi pengembangan industri peternakan di kawasan timur Indonesia. Ia menilai posisi strategis daerah tersebut dapat mendukung distribusi pangan ke Ibu Kota Nusantara (IKN) maupun pasar ekspor.

“Kami siap bersama ID FOOD dan PT Berdikari mengembangkan industri ini. Harapan kami, program ini memberi manfaat bagi perusahaan, pemerintah, negara, dan yang paling penting meningkatkan kesejahteraan masyarakat Gorontalo Utara,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *