Kabupaten Gorontalo Utara

Penanganan Banjir Biau Dievaluasi, Tanggul Jebol Hingga ilegal Logging Jadi Fokus Thariq

×

Penanganan Banjir Biau Dievaluasi, Tanggul Jebol Hingga ilegal Logging Jadi Fokus Thariq

Sebarkan artikel ini

Simpulindo.com, Gorut – Bupati Gorontalo Utara, Thariq Modanggu, menggelar Rapat Evaluasi Terpadu penanganan banjir di Kecamatan Biau, Jumat (29/5/26)

Dalam rapat tersebut, pemerintah daerah membahas tiga poin utama penanganan bencana dan pascabencana yang saat ini menjadi fokus utama pemerintah.

Thariq Modanggu menjelaskan, poin pertama adalah penanganan darurat saat bencana yang mencakup laporan umum dan distribusi bantuan, penyediaan air bersih, logistik darurat, layanan kesehatan, evakuasi warga terdampak, hingga pembersihan fasilitas publik.

Selain itu, pemerintah juga melakukan pendataan sektoral untuk memastikan seluruh kebutuhan masyarakat terdampak dapat terlayani dengan baik.

Dalam evaluasi tersebut, seluruh unsur dilibatkan mulai dari pemerintah kecamatan, pemerintah desa, OPD terkait hingga pemerintah sektoral.

“Hasil evaluasi hari ini menunjukkan pelayanan dapur umum dan distribusi bantuan semakin baik dan semakin tercukupi. Tinggal perlu percepatan dalam proses distribusinya,” ujar Thariq.

Ia menyebut, pelayanan dapur umum kemungkinan masih akan diperpanjang melihat kondisi rumah warga yang masih terdampak banjir.

Pemerintah daerah juga terus memaksimalkan layanan kesehatan, bukan hanya di posko utama, tetapi juga di setiap desa terdampak dengan melibatkan puskesmas dan fasilitas kesehatan sekitar.

Tak hanya itu, layanan administrasi kependudukan juga mulai dibuka di lokasi bencana.

Warga yang kehilangan dokumen seperti KTP dan KK kini sudah bisa kembali mengurus administrasi secara langsung di posko pelayanan.

Pemerintah daerah juga memaksimalkan fungsi posko bantuan agar seluruh bantuan yang masuk dapat terdata, terkelola, dan terdistribusi secara adil kepada masyarakat terdampak.

“Ini dilakukan agar tidak terjadi penumpukan bantuan maupun distribusi yang tidak merata,” jelasnya.

kedua dalam rapat tersebut membahas penanganan sementara tanggul yang jebol akibat banjir.

Pemerintah daerah saat ini sedang mengoordinasikan alat berat, penyediaan BBM, serta melibatkan pemerintah provinsi dan dunia usaha untuk bersama-sama melakukan perbaikan tanggul.

Sementara itu, poin ketiga yang dibahas adalah penyelamatan kawasan hulu sebagai langkah jangka panjang mencegah banjir kembali terjadi.

Langkah tersebut meliputi investigasi kondisi hutan dan kayu di wilayah hulu, penindakan terhadap illegal logging, larangan pembukaan lahan baru, hingga penerapan sistem agroforestri pada lahan jagung yang sudah terlanjur dibuka.

Pemerintah daerah juga akan menggalakkan gerakan Agro Mopomulo sebagai bagian dari solusi jangka panjang penyelamatan lingkungan.

Thariq menegaskan, desain penanganan banjir dan penyelamatan kawasan hulu ini nantinya tidak hanya diterapkan di Biau, tetapi juga di wilayah lain di kawasan pegunungan Gorontalo Utara.

Ia pun meminta dukungan seluruh masyarakat agar upaya penanganan bencana dan pemulihan lingkungan dapat berjalan maksimal. (Ap/Simpulindo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *