Kabupaten Gorontalo Utara

Sejak Semalam Sampai Sekarang, Penanganan Banjir Biau Terus Dipantau Langsung Bupati Thariq

×

Sejak Semalam Sampai Sekarang, Penanganan Banjir Biau Terus Dipantau Langsung Bupati Thariq

Sebarkan artikel ini
Bupati Gorontalo Utara Turun langsung Untuk memastikan Bantuan darurat Tersalurkan Dengan Baik, Foto: Humas Larso

simpulindo.com, Gorut – Bupati Gorontalo Utara, Thariq Modanggu turun langsung menangani banjir yang melanda Desa Biau tepat di momentum Hari Raya Iduladha. Rabu (27/5/26)

sejak malam, Thariq memilih menginap di lokasi bencana demi memastikan penanganan darurat berjalan cepat dan tepat sasaran.

Thariq mengatakan langkah cepat harus dilakukan karena kondisi banjir terus mengancam keselamatan warga.

Pemerintah daerah langsung bergerak menyiapkan dapur umum serta kebutuhan darurat agar bantuan bisa segera diterima masyarakat terdampak.

Menurutnya, jika penanganan baru dilakukan keesokan harinya, mobilisasi bantuan akan terlambat dan memperburuk kondisi warga di lokasi banjir.

Di tengah situasi darurat itu, Thariq juga menggelar rapat singkat bersama pemerintah kecamatan dan pemerintah desa.

Rapat tersebut membahas langkah penanganan cepat termasuk pendataan kerusakan dan kerugian di lima desa terdampak banjir.

Data tersebut nantinya akan menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk menetapkan status tanggap darurat bencana.

Dengan penetapan status tanggap darurat, pemerintah akan lebih mudah mengakses anggaran penanganan serta menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak.

Selain itu, pemerintah daerah juga telah membentuk posko penanganan bencana untuk mempermudah distribusi bantuan agar lebih terarah dan terkoordinasi.

Dalam peninjauan di lokasi banjir, Thariq menemukan kondisi sungai yang telah bergeser dari alur semula hingga mendekati permukiman warga.

Situasi itu dinilai sangat berbahaya karena debit air terus meningkat dan mengancam rumah-rumah warga.

Pemerintah daerah bersama pemerintah desa pun merekomendasikan warga untuk segera mengungsi demi menghindari risiko yang lebih besar.

“Kondisi tempat ini sudah tidak aman lagi. Air terus naik dan sangat membahayakan warga,” ujar Thariq saat meninjau lokasi banjir.

Thariq juga mengungkapkan pihaknya telah berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai untuk penanganan darurat sungai yang mengalami pergeseran.

Tidak hanya penanganan jangka pendek, pemerintah juga mulai membahas rencana relokasi bagi 54 kepala keluarga yang tinggal di kawasan rawan terdampak banjir tersebut. (Ap/Simpulindo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *