Uncategorized

Demi Petani Gorut, Thariq Modanggu Bawa Proposal Rp79 Miliar ke Pusat

×

Demi Petani Gorut, Thariq Modanggu Bawa Proposal Rp79 Miliar ke Pusat

Sebarkan artikel ini
Bupati Thariq Modanggu saat mengajukan Proposal Di Kementrian Pertanian, Foto : Humas

simpulindo.com, Gorut – Perjuangan untuk Gorontalo Utara terus ditunjukkan Bupati Thariq Modanggu.

Ia bertolak ke Jakarta Atas Undangan langsung oleh Menteri Pertanian sekaligus memanfaatkan Momen untuk mengajukan proposal ke Kementerian Pertanian Republik Indonesia dengan total anggaran Rp79 miliar, demi memenuhi kebutuhan sektor pertanian masyarakat. Selasa (21/4/26).

Proposal tersebut memuat empat program utama yang difokuskan pada penguatan sektor pertanian.

Keempatnya meliputi pengadaan sarana pertanian, alat pra panen, alat pasca panen, serta pembangunan prasarana pertanian.

Pada sektor sarana pertanian, pemerintah daerah mengusulkan pengadaan berbagai benih dan bibit unggulan. Di antaranya jagung, bawang putih, durian, kelapa dalam, cengkeh, pala, hingga kakao.

Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan kualitas dan hasil produksi petani.

Sementara itu, untuk mendukung proses pra panen, diusulkan pengadaan alat seperti pompa air, traktor roda dua dan roda empat, serta hand sprayer.

Peralatan ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi kerja petani di lapangan.

Di sektor pasca panen, pemerintah daerah mengajukan bantuan alat modern seperti combine harvester, mesin pemipil jagung, perontok padi, hingga pembangunan dryer padi dan jagung.

Fasilitas ini menjadi kunci untuk menjaga kualitas hasil panen sekaligus menekan potensi kerugian.

Tak hanya itu, pembangunan prasarana pertanian juga menjadi fokus utama.

Program yang diusulkan meliputi pembangunan irigasi perpompaan, jalan usaha tani, dam parit, long storage, screen house, irigasi tersier, hingga optimalisasi lahan sawah.

Thariq Modanggu menjelaskan bahwa sektor pertanian di Gorontalo Utara masih menghadapi sejumlah kendala serius.

Permasalahan utama terletak pada minimnya sarana dan prasarana pendukung, yang berdampak pada belum optimalnya pelayanan, pembangunan, dan aktivitas ekonomi petani.

Selain itu, keterbatasan modal membuat banyak lahan pertanian belum dimanfaatkan secara maksimal, meski potensi lahan masih cukup luas.

Di sisi lain, ketersediaan sarana produksi seperti benih unggul, pupuk, dan pestisida juga masih terbatas, sehingga hasil produksi belum mencapai tingkat yang diharapkan.

Masalah pengairan turut menjadi perhatian, karena dukungan irigasi yang belum memadai membuat potensi pertanian belum berkembang optimal.

Ditambah lagi, kekurangan alat pra panen dan pasca panen yang tepat guna turut menghambat efisiensi serta kualitas hasil pertanian di daerah.

Upaya ini semoga berbuah hasil untuk mendorong peningkatan produksi, kesejahteraan petani, serta memperkuat ketahanan pangan di Gorontalo Utara. (Ap/Simpulindo) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *