Kabupaten Gorontalo Utara

Usai Idulfitri, Bupati Thariq Tancap Gas: Tinjau dan Panen Ayam Petelur di Tomilito

×

Usai Idulfitri, Bupati Thariq Tancap Gas: Tinjau dan Panen Ayam Petelur di Tomilito

Sebarkan artikel ini

simpulindo.com, Gorut – Mengawali hari pertama masuk kerja pasca Idulfitri, Bupati Gorontalo Utara, Thariq Modanggu, langsung bergerak cepat. Rabu (25/3/26)

Ia turun ke lapangan meninjau perkembangan peternakan ayam petelur di Desa Dambalo, Kecamatan Tomilito.

Kunjungan tersebut bukan sekadar seremonial.

Didampingi kepala desa, Camat Tomilito, Kepala Bappeda, serta Kabag Pembangunan, Bupati memastikan langsung kondisi riil program pemberdayaan ekonomi desa yang tengah berjalan.

Hasilnya menggembirakan. Peternakan ayam petelur yang dikelola oleh BUMDes Sinar Lestari kini mulai menunjukkan hasil nyata.

Dari total 500 ekor ayam yang dibudidayakan, sebagian besar sudah mulai bertelur.

Bahkan, pada kunjungan itu, Bupati turut melakukan panen perdana.

“Ini menjadi tanda bahwa pengelolaan BUMDes sudah berada di jalur yang tepat. Tinggal bagaimana konsistensi dijaga,” ujar Thariq di sela peninjauan.

Ia menegaskan, keberhasilan ini harus diikuti dengan pengelolaan yang disiplin dan berkelanjutan.

Perhatian terhadap kualitas pakan, kebersihan kandang, serta kesehatan ternak menjadi kunci utama menjaga produktivitas.

Tak hanya itu, Bupati juga memberi instruksi tegas kepada dinas terkait, khususnya tenaga kesehatan hewan (Nakeswan), untuk lebih aktif turun ke lapangan.

Monitoring rutin dan pendampingan teknis, termasuk keterlibatan dokter hewan, dinilai penting untuk mencegah potensi gangguan produksi.

Langkah ini menjadi bagian dari dorongan besar pemerintah daerah dalam mengembangkan program G2-10 Plus, yang diarahkan sebagai penggerak ekonomi berbasis desa.

Thariq berharap, model peternakan seperti ini dapat direplikasi oleh BUMDes dan BUMDesma lainnya di Gorontalo Utara.

“Kalau ini terus dikembangkan, bukan hanya meningkatkan pendapatan desa, tapi juga membuka lapangan kerja dan memperkuat ketahanan pangan masyarakat,” tegasnya.

Dengan capaian awal yang positif, Desa Dambalo kini mulai dilirik sebagai contoh pengembangan usaha produktif desa yang berorientasi hasil dan keberlanjutan. (Ap/simpulindo) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *