Lingkungan

PETI di Pinogaluman Mempercepat Kerusakan Sungai Andagile

×

PETI di Pinogaluman Mempercepat Kerusakan Sungai Andagile

Sebarkan artikel ini
Sumitro Antu. Foto: Istimewa
Sumitro Antu. Foto: Istimewa

Simpulindo.com, Bolmut – Aktivitas pertambangan tanpa izin (PETI) di Kecamatan Pinogaluman, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, kian mengkhawatirkan. Praktik ilegal yang berlangsung di Desa Busato itu tidak hanya merusak bentang alam, tetapi juga mempercepat pencemaran Sungai Andagile, sumber air penting bagi warga Pinogaluman dan Atinggola.

Sungai yang selama ini menopang kebutuhan rumah tangga, pertanian, dan perikanan warga kini berubah keruh. Warna air yang tak lagi jernih menandai tekanan berat terhadap ekosistem sungai, seiring maraknya aktivitas penambangan yang berlangsung tanpa kendali dan mengabaikan keselamatan lingkungan.

Sumitro Antu, pemuda Desa Tombulilato, Kecamatan Atinggola, menilai kondisi tersebut menyimpan ancaman serius bagi keselamatan warga. Kerusakan daerah aliran sungai, menurutnya, berpotensi memicu bencana ekologis, terutama saat curah hujan meningkat.

“Kerusakan lingkungan akibat tambang tanpa izin ini sangat mengkhawatirkan. Jika terus dibiarkan, bukan tidak mungkin akan terjadi bencana yang mengancam keselamatan warga, khususnya masyarakat yang tinggal di sepanjang aliran Sungai Andagile,” kata Sumitro, Rabu (24/12/2025).

Dampak pencemaran mulai dirasakan masyarakat. Produktivitas pertanian menurun, hasil tangkapan ikan berkurang, dan kualitas air tak lagi aman digunakan. Situasi ini menimbulkan kecemasan, terutama di kalangan warga yang menggantungkan hidupnya pada sungai.

Sumitro mendorong aparat penegak hukum dan pemerintah daerah segera mengambil langkah tegas. Penghentian aktivitas PETI, penindakan terhadap pelaku, serta pemulihan ekosistem Sungai Andagile dinilai mendesak dilakukan agar kerusakan tidak menjadi warisan bagi generasi berikutnya.

“Lingkungan hidup adalah ruang hidup masyarakat. Jika dirusak hari ini, maka generasi mendatanglah yang akan menanggung akibatnya,” ujarnya. (An/Simpulindo).


simpulindo.com berkomitmen menyajikan informasi faktual dari lapangan. Ikuti perkembangan terbaru melalui saluran kami Klik Disini https://bit.ly/4n8h1GD

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *