Pohuwato

Oksigen Habis, Pelayanan Medis di Popayato Terhambat

×

Oksigen Habis, Pelayanan Medis di Popayato Terhambat

Sebarkan artikel ini

Simpulindo.com, Pohuwato – Kekosongan oksigen di Puskesmas Popayato memicu insiden keributan keluarga pasien pada layanan kesehatan.

Kepala Puskesmas Popayato, Hanny W. Maliku, menjelaskan bahwa situasi itu bermula ketika keluarga pasien menilai penanganan medis berjalan lambat, sementara tenaga kesehatan tengah berupaya mencari rumah sakit rujukan yang masih memiliki oksigen.

Menurut Hanny, keluarga sudah diberikan penjelasan sejak awal bahwa pasien perlu segera dirujuk ke Rumah Sakit Bumi Panua (RSBP). Namun, upaya itu terkendala karena ruang IGD dan ruang perawatan di sana dilaporkan penuh.

Tim kemudian mencoba menghubungi beberapa rumah sakit lain, termasuk RS Multazam, RS Clara Gobel, RS Aloe Saboe, RS Dunda, dan RS Bunda.

“Semua menyampaikan kondisi penuh,” kata Hanny, Selasa (2/12/2025).

Ketika proses pencarian rujukan berlangsung, keluarga pasien menuding petugas tidak melakukan tindakan apa pun. Padahal, menurut Hanny, tim medis terus berupaya memastikan fasilitas kesehatan yang masih dapat menerima pasien dan memiliki stok oksigen.

Kondisi berubah ketika keluarga mengusulkan rujukan ke Rumah Sakit Pratama Moutong. Puskesmas lalu menghubungi dokter di rumah sakit tersebut untuk memastikan ketersediaan oksigen.

“Setelah mendapat informasi bahwa oksigen ada, pasien segera dirujuk ke sana,” ujarnya.

Oksigen Habis di Sejumlah Puskesmas Wilayah Barat

Hanny menegaskan bahwa kekosongan oksigen bukan disebabkan kelalaian Puskesmas Popayato. Pengadaan oksigen sepenuhnya berada di bawah tanggung jawab Dinas Kesehatan.

Puskesmas, kata dia, hanya mengirim tabung kosong untuk ditukar dengan tabung berisi.

“Sudah beberapa hari tidak ada oksigen masuk ke Dinas Kesehatan. Kami bingung harus mencari ke mana. Hampir semua puskesmas di wilayah Barat, Utara, Timur, sampai Induk mengalami kondisi yang sama, kosong,” ungkapnya.

Ia mengaku telah berulang kali berkomunikasi dengan Dinas Kesehatan untuk mempercepat pengadaan oksigen. Tapi, hingga insiden itu terjadi, pasokan belum tiba.

“Sebelum oksigen benar-benar habis, kami sudah membuat permintaan ulang. Ketika tabung tersisa satu, kami kembali mengajukan permintaan. Keterlambatannya bukan di puskesmas,” kata Hanny.

Hanny menambahkan, beredarnya kabar bahwa Dinas Kesehatan memiliki stok oksigen namun tidak diambil puskesmas tidak benar.

“Saya langsung mengecek. Memang oksigen tidak ada,” tegasnya.

Kesepakatan dengan Keluarga

Hanny menekankan bahwa keputusan merujuk pasien ke RS Pratama Moutong merupakan langkah terbaik agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat, mengingat ketiadaan oksigen di wilayah tersebut.

“Tidak ada unsur kesengajaan dalam kekosongan oksigen ini. Kami bekerja sesuai prosedur, dan terus berkoordinasi dengan keluarga,” ujarnya.

Hanny berharap Dinas Kesehatan segera mengatasi krisis oksigen agar peristiwa serupa tidak terulang dan pelayanan kesehatan di wilayah Barat kembali berjalan normal. (An/Simpulindo).


simpulindo.com berkomitmen menyajikan informasi faktual dari lapangan. Ikuti perkembangan terbaru melalui saluran kami Klik Disini https://bit.ly/4n8h1GD

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *