Simpulindo.com, Gorontalo – Universitas Bina Mandiri (UBM) terus memperkuat transformasi kelembagaan melalui kolaborasi lintas sektor dan pengembangan fasilitas akademik. Komitmen ini mengemuka dalam kegiatan ramah tamah menjelang wisuda yang dirangkaikan dengan penandatanganan kerja sama bersama sejumlah mitra strategis.
Ketua Yayasan Universitas Bina Mandiri, Dr Azis Rachman, MM, IPM, menyampaikan rasa bangga atas pelaksanaan kegiatan ramah tamah ini, termasuk penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dan nota kesepakatan (MoA) dengan berbagai pemangku kepentingan.
“Alhamdulillah, hari ini kami melaksanakan ramah tamah sebelum wisuda, sekaligus penandatanganan MoU dan MoA dengan berbagai stakeholder, mulai dari pemerintah daerah, dunia usaha, hingga sektor kesehatan,” kata Azis, kamis (18/12/2025).
Kerja sama itu dipandang sebagai bagian dari upaya membangun kampus yang adaptif terhadap perubahan. UBM, kata Azis, terus bergerak melalui inovasi dan kolaborasi guna meningkatkan kualitas pendidikan tinggi.
“UBM adalah kampus yang sedang bertransformasi. Kolaborasi menjadi kebutuhan utama untuk mengembangkan kampus yang berorientasi pada mutu,” tuturnya.
Yayasan bersama pimpinan universitas berkomitmen mendorong UBM tumbuh sesuai visi sebagai perguruan tinggi unggul, berkarakter, dan berdaya saing global. Salah satu langkah konkret dilakukan melalui penguatan fasilitas penunjang akademik, khususnya di jenjang pascasarjana.
Gedung Pascasarjana UBM telah disempurnakan dan dijadwalkan diluncurkan setelah pemasangan fasilitas penunjang yang direncanakan tiba pada Januari mendatang. Penguatan kelembagaan pascasarjana juga diarahkan pada pembukaan program studi baru, termasuk Magister Manajemen Rumah Sakit, serta persiapan pengajuan program doktoral.
“Alhamdulillah, UBM sudah memiliki guru besar tetap. Ini menjadi modal penting dalam proses pengajuan program doktoral,” ucap Azis.
Selain itu, Yayasan menyiapkan pembangunan laboratorium terpadu sebagai bagian dari peningkatan kualitas lulusan. Lahan dan dokumen perencanaan teknis telah tersedia, dengan target menghadirkan laboratorium berstandar nasional yang menjadi ciri khas UBM ke depan.
UBM yang memiliki Fakultas Sains, Teknologi, dan Kesehatan juga tengah menyiapkan peta jalan pengembangan layanan kesehatan. Yayasan mendorong pendirian rumah sakit pendidikan yang diawali dengan pembangunan klinik utama.
“Insya Allah, peletakan batu pertama akan dilakukan pada awal 2026,” tuturnya.
Pengembangan fasilitas tersebut diharapkan memperkuat kompetensi mahasiswa dan tenaga kesehatan, sekaligus memperluas kontribusi UBM dalam pembangunan sumber daya manusia dan layanan kesehatan di daerah. (An/Simpulindo).
simpulindo.com berkomitmen menyajikan informasi faktual dari lapangan. Ikuti perkembangan terbaru melalui saluran kami Klik Disini https://bit.ly/4n8h1GD












