simpulindo.com, Gorut – Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Molantadu akhirnya mengakui bahwa lapangan sepak bola di Desa Molantadu, Kecamatan Tomilito, hingga kini belum layak digunakan.
Pengakuan itu disampaikan langsung oleh Ketua BPD Molantadu, Samsudin Imran, menyusul sorotan publik terhadap kondisi lapangan yang dinilai Belum layak digunakan.
Samsudin menegaskan, pembangunan lapangan tersebut sejak awal memang tidak dirancang selesai dalam satu tahap.
Menurutnya, keterbatasan anggaran desa membuat pengerjaan dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan keuangan.
“Kami akui lapangan itu memang belum layak. Karena pekerjaannya dilakukan bertahap. Perlu diluruskan juga, nomenklaturnya adalah pembukaan badan lapangan dengan anggaran Rp315 juta, bukan Rp350 juta seperti yang diberitakan,” ujar Samsudin saat dikonfirmasi, Sabtu (10/1/26).
Ia menjelaskan, pekerjaan yang telah direalisasikan baru sebatas pembukaan badan lapangan, sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB). Dengan kondisi tersebut, kata dia, lapangan belum bisa disebut sebagai lapangan sepak bola yang utuh dan siap pakai.
“Yang ada sekarang baru badan lapangan. Jadi wajar kalau belum bisa digunakan untuk aktivitas olahraga,” jelasnya.
Samsudin menambahkan, tahapan lanjutan seperti penimbunan tanah, penanaman rumput, hingga penyempurnaan fasilitas lapangan akan diusulkan kembali melalui penganggaran desa berikutnya.
Namun, realisasi lanjutan tersebut masih bergantung pada hasil perangkingan dan persetujuan prioritas desa.
“Kalau sudah disetujui dan masuk dalam prioritas, maka pekerjaan lanjutan akan dianggarkan. Barulah lapangan sepak bola Desa Molantadu bisa dikatakan layak,” pungkasnya.












