Simpulindo.com, Gorut – Jaga stabilitas harga pangan, Pemkab Gorut bersama bersama TNI, Polri dan Bulog melakukan operasi pasar murah.
Bupati Kab. Gorut, Thariq Modanggu menjelaskan, gerakan pasar murah merupakan salah satu strategi besar pemerintah daerah dalam menjamin ketersediaan dan keterjangkauan harga pangan.
“Hari ini seluruh 11 kecamatan di Gorontalo Utara melaksanakan pasar murah dengan kurang lebih 16 ton beras. Ini luar biasa, karena dari sekitar 7.200 kecamatan di Indonesia, baru sekitar 4.000 yang menyelenggarakan gerakan seperti ini,” kata Thariq, Sabtu (30/8/25).
Thariq menyampaikan apresiasi kepada jajaran TNI, Polri dan Gerai Usaha seperti Alfamart, Indomaret, dan juga bulog yang telah mendukung penuh gerakan pasar murah.
Selain itu, Thariq juga mengungkapkan bahwa Pemkab Gorut saat ini membuat Gerakan Mopomulo atau gerakan menanam, dimana program ini diadakan untuk mendorong masyarakat memanfaatkan lahan kosong untuk ditanami tanaman rumahan seperti bawang, rica, tomat, serta buah-buahan, guna meningkatkan pendapatan dan menekan inflasi daerah.
“Mopomulo adalah warisan budaya dari nenek moyang kita. Menanam adalah bagian dari hidup orang Gorontalo. Kalau tidak menanam tapi ingin memetik, itu namanya menipu. Karena itu kita galakkan kembali gerakan menanam ini,” ujar Thariq.
Lebih jauh, pemerintah daerah juga menyiapkan program bernama G20 (Gerakan 2 Kambing 10 Ayam). Program ini bertujuan memperkuat ketahanan pangan berbasis peternakan agar masyarakat tidak hanya mengandalkan beras, tetapi juga memiliki sumber pangan dan pendapatan tambahan dari hasil ternak.
Thariq juga menegaskan akan memberikan penghargaan kepada institusi maupun individu yang terlibat dalam gerakan pasar murah, termasuk pengusaha yang bersedia menjual beras dengan harga lebih murah bagi masyarakat. (AP/Simpulindo).