Olahraga

Sinyal Positif Masa Depan Mohamed Salah di Liverpool

×

Sinyal Positif Masa Depan Mohamed Salah di Liverpool

Sebarkan artikel ini
Bintang Liverpool, Mohamed Salah. Foto: Dok. Instagram/@mosalah
Bintang Liverpool, Mohamed Salah. Foto: Dok. Instagram/@mosalah

Simpulindo.com, – Masa depan Mohamed Salah bersama Liverpool terlihat makin cerah. Laporan terbaru dari David Lynch, pengamat yang kerap mengikuti perkembangan The Reds, menyebut komentar manajer Arne Slot dan gelandang Curtis Jones menjadi penanda bahwa hubungan Salah dengan klub telah membaik. Indikasinya, peluang sang penyerang bertahan melewati bursa transfer Januari cukup besar.

Ketegangan sempat terjadi setelah Salah melontarkan kritik keras kepada Arne Slot dan manajemen. Pernyataan itu memicu beragam tanggapan, termasuk dari Jamie Carragher yang menyebut sikap tersebut sebagai tindakan egois.

Situasi perlahan mereda ketika Curtis Jones mengungkapkan bahwa Salah telah meminta maaf kepada seluruh skuad. Permintaan maaf itu dinilai mampu memperbaiki suasana di ruang ganti. Slot pun menegaskan persoalan internal tersebut sudah dilewati.

Dalam wawancara bersama Sports Mole, David Lynch menyebut tanda perdamaian semakin tampak.

“Saya akan terkejut jika dia pergi mengingat semua yang Anda dengar. Curtis Jones berbicara tentang Mohamed Salah yang menyampaikan permintaan maaf kepada rekan-rekan setimnya, dan itu adalah langkah besar. Itu membutuhkan kerendahan hati, dan itu menunjukkan bahwa dia ingin situasi mereda dan tidak berniat untuk memaksakan kepergian,” ujarnya.

Salah kini tengah bersiap membela Mesir pada Piala Afrika dengan target menembus final dan meraih gelar internasional pertamanya. Mesir sebelumnya dua kali gagal pada final 2017 dan 2022. Meski begitu, ada kekhawatiran bahwa perjalanan jauh di turnamen tersebut berdampak pada performanya di klub. Lynch mengaku cemas terhadap kondisi fisik Salah setelah AFCON.

“AFCON biasanya berdampak negatif pada performa Salah menjelang paruh kedua musim,” kata Lynch kepada Sports Mole.

“Secara umum, performanya tidak sebaik saat kembali dari AFCON, dan itu agak mengkhawatirkan menjelang bagian-bagian penting musim ini,” tambahnya.

Salah juga sempat diberitakan kecewa setelah tidak masuk starting XI ketika Liverpool bermain imbang melawan Leeds United. Ia sebelumnya beberapa kali memulai pertandingan dari bangku cadangan. Situasi ini memperpanjang rasa frustrasi penyerang berusia 33 tahun tersebut.

“Saya tidak bisa mempercayai ini, saya sangat kecewa. Saya sudah melakukan begitu banyak untuk klub ini, semua orang bisa melihatnya selama bertahun-tahun, terutama musim lalu,” ujarnya.

Salah menilai keputusan itu tidak jelas dan dirasa kurang adil.

“Untuk duduk di bangku cadangan, saya tidak tahu alasannya. Saya merasa klub seolah-olah mengorbankan saya. Itu yang saya rasakan.”

Di tengah kabar positif mengenai membaiknya hubungan dengan Salah, Liverpool justru menerima pukulan berat setelah Alexander Isak mengalami cedera serius. Pada laga pekan ke-17 Liga Inggris 2025/2026 melawan Tottenham Hotspur, Liverpool menang 2-1 tetapi harus kehilangan Isak yang mengalami patah tulang fibula usai mendapat tekel dari Micky van de Ven.

Striker berusia 26 tahun itu dipastikan absen dalam jangka panjang. Kondisi ini memaksa Arne Slot menata ulang komposisi lini depan pada periode krusial musim.

Situasi internal yang mulai kondusif membuka peluang Salah bertahan lebih lama di Anfield. Namun Liverpool masih menghadapi tantangan berat pada sisa musim, terutama dengan agenda AFCON dan absennya Isak yang membuat kedalaman lini serang tergerus. (An/Simpulindo).


Kami berkomitmen menyajikan informasi faktual dari lapangan. Ikuti perkembangan terbaru melalui saluran kami Klik Disini https://bit.ly/4n8h1GD

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *