simpulindo.com, Gorontalo – Perjuangan panjang selama tiga tahun akhirnya menemukan titik terang.
Renovasi Asrama Mahasiswa Gorontalo di Bogor kini mulai terwujud, bukan dari pemerintah, melainkan dari kepedulian para donatur.
Selama bertahun-tahun, berbagai proposal bantuan telah diajukan. Mulai dari pemerintah kabupaten hingga provinsi.
Namun, upaya tersebut tak kunjung membuahkan hasil nyata.
Kunjungan demi kunjungan pernah dilakukan. Anggota DPRD provinsi, DPRD kabupaten, hingga pihak Pemerintah Provinsi Gorontalo silih berganti datang meninjau.
Bahkan, pengukuran bangunan oleh Dinas PUPR Provinsi Gorontalo sempat dilakukan. Harapan sempat menguat. Namun hingga kini, realisasi pembangunan tetap nihil.
Di sisi lain, kondisi asrama terus memburuk.
Sejumlah kamar mengalami kerusakan parah. Atap bocor menjadi persoalan utama, terutama saat hujan turun deras.
Situasi ini semakin berat karena Bogor dikenal sebagai daerah dengan curah hujan tinggi. Air kerap masuk ke dalam kamar, mengganggu kenyamanan bahkan aktivitas belajar mahasiswa.
Tak hanya itu, talang air di beberapa titik bangunan juga rusak. Fungsinya tak lagi optimal. Kebocoran pun semakin parah.
Kondisi tersebut memaksa pengelola asrama mencari jalan lain. Harapan tidak lagi sepenuhnya ditujukan kepada pemerintah.
Langkah itu akhirnya membuahkan hasil. Dua donatur, Rizal Alaydrus bersama Papip Celebes, menyatakan kesiapan membantu renovasi.
Kolaborasi ini menjadi angin segar bagi mahasiswa Gorontalo di perantauan.
Kepada simpulindo.com Ketua Asrama, Putra Gorapu, Menyampaikan menyambut bantuan tersebut dengan penuh syukur. Selasa (24/3/26)
Menurutnya, bantuan ini adalah “hadiah” bagi mahasiswa yang selama ini bertahan dalam keterbatasan.
Ia menegaskan, berbagai upaya telah dilakukan. Namun baru kali ini ada kepedulian nyata yang langsung menyentuh kebutuhan mereka.
Ucapan terima kasih pun disampaikan kepada para donatur yang dianggap sebagai sosok kakak bagi mahasiswa.
Bantuan ini, bukan sekadar renovasi bangunan. Lebih dari itu, ini adalah bentuk dukungan terhadap masa depan generasi muda Gorontalo.
Sementara itu, Rizal Alaydrus dan Papip Celebes menegaskan komitmen mereka.
Bagi mereka, persoalan ini bukan hanya soal fisik asrama. Ini menyangkut kualitas sumber daya manusia yang sedang ditempa di luar daerah.
Mereka menilai, sulit berharap kontribusi besar dari mahasiswa ketika dalam proses pendidikannya tidak mendapat dukungan yang layak.
Keduanya juga menyoroti minimnya perhatian terhadap aset daerah yang berada di luar wilayah.
Menurut mereka, kepedulian tidak harus menunggu jabatan. Siapa pun yang mampu, sudah seharusnya mengambil peran.
Renovasi ini pun menjadi simbol. Bahwa di tengah keterbatasan dan minimnya perhatian, kepedulian masih bisa datang dari siapa saja.
Dan bagi mahasiswa Gorontalo di Bogor, ini bukan sekadar perbaikan bangunan. Ini adalah harapan baru. (AP/simpulindo)












