simpulindo.com, Gorut – Di tengah sunyinya Desa Tudi, sebuah rumah rapuh berdiri sebagai saksi kerasnya kehidupan. Dinding lapuk, atap bocor, dan lantai tanah yang mengeras menjadi ruang bertahan hidup bagi Rian Helingo dan istrinya, Sulastri Nahiko.
Kondisi memilukan itu menggugah langkah cepat Bupati Gorontalo Utara, Thariq Modanggu, yang memilih turun langsung memastikan bantuan nyata bagi warganya.
Saat mengunjungi kediaman pasangan tersebut, Thariq melihat langsung kondisi rumah yang nyaris tak layak huni.
Ia pun menegaskan bahwa bantuan tidak boleh berhenti pada wacana.
Melalui kunjungan itu, Bupati menginstruksikan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Gorontalo Utara untuk segera melaksanakan “payango” atau peletakan batu pertama pembangunan rumah bagi warga miskin ekstrem tersebut.
“Jangan menunggu, segera buat tindakan,” kata Thariq Thariq, Minggu (15/2/26).
Instruksi tersebut menegaskan komitmen pemerintah daerah agar penanganan rumah tidak layak huni menjadi prioritas dan tidak terhambat prosedur berlarut.
Thariq menilai kehadiran negara harus dirasakan langsung oleh masyarakat yang paling membutuhkan.
Selama ini, Rian dan Sulastri hanya mengandalkan penghasilan yang tidak menentu. Memperbaiki rumah menjadi harapan yang terasa jauh dari jangkauan.
Kunjungan Thariq membawa secercah harapan baru bagi keluarga tersebut.
Bagi banyak orang, peletakan batu pertama mungkin sekadar seremoni.
Namun bagi Rian dan Sulastri, itu adalah awal dari tempat berteduh yang lebih aman, lebih layak, dan lebih manusiawi.
Langkah cepat yang diperintahkan Bupati diharapkan mempercepat pembangunan rumah dan menjadi pengingat bahwa masih ada warga yang membutuhkan perhatian nyata pemerintah.
Dengan realisasi pembangunan tersebut, keluarga Rian dan Sulastri diharapkan segera merasakan kehidupan yang lebih baik. (Ap/simpulindo)












