Simpulindo.com, Gorontalo – Ketua DPRD Kota Gorontalo, Irwan Hunawa, menegaskan bahwa penyesuaian Tambahan Kinerja Daerah (TKD) atau Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP) merupakan langkah sementara dalam menata ulang anggaran daerah.
Menurut Irwan, kebijakan tersebut tidak dimaksudkan mengurangi semangat kerja aparatur.
“Kalau soal pengurangan TKD atau TPP, strategi hari ini memang baru itu yang bisa dilaksanakan. Pendapatan daerah sudah naik, sehingga langkah berikutnya adalah melihat bagaimana penyesuaian anggaran bisa tetap berjalan,” kata Irwan, Senin (17/11/2025).
Meski demikian, Irwan menekankan bahwa kebijakan tersebut masih berada pada tahap awal perumusan.
“Dengan adanya pengurangan TKD, insya Allah tidak akan mengurangi kinerja aparatur. Ini masih rumusan awal dan masih mungkin disesuaikan,” ujarnya.
Irwan juga merespons sejumlah isu yang berkembang di masyarakat terkait pemotongan TKD. Ruang peninjauan ulang tetap terbuka menyesuaikan kebijakan fiskal nasional.
“Isu-isu yang berkembang itu wajar, tetapi insya Allah akan disesuaikan lagi dengan kondisi setiap daerah,” ucapnya.
Selain itu, Irwan menambahkan bahwa Kementerian Keuangan menyiapkan alokasi sekitar Rp400 triliun untuk daerah. Melalui skema tersebut, Pemerintah Kota Gorontalo berpeluang memperoleh tambahan ruang fiskal untuk melakukan pergeseran anggaran.
“Kalau daerah bisa mendapatkan bagian dari alokasi itu, penyesuaian kembali bisa dilakukan. Yang penting belanja prioritas tetap dijaga,” tutur Irwan.
DPRD Kota Gorontalo memastikan setiap kebijakan anggaran tetap diarahkan untuk menjaga pelayanan publik dan stabilitas kinerja aparatur daerah. (An/Simpulindo).
simpulindo.com berkomitmen menyajikan informasi faktual dari lapangan. Ikuti perkembangan terbaru melalui saluran kami Klik Disini https://bit.ly/4n8h1GD












