Kabupaten Gorontalo Utara

Gorut Siaga Kemarau, Ini 9 Ikhtiar Intruksi Bupati

×

Gorut Siaga Kemarau, Ini 9 Ikhtiar Intruksi Bupati

Sebarkan artikel ini

Simpulindo.com, Gorut – Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara mengeluarkan langkah konkret menghadapi musim kemarau tahun 2026.

Melalui Instruksi Bupati Nomor 180/Bupati/47/IV/2026, masyarakat diajak melakukan sembilan ikhtiar guna meminimalisir dampak kekeringan dan potensi bencana.

Bupati Gorontalo Utara, Thariq Modanggu, bersama Wakil Bupati Nurjana H. Yusuf menegaskan bahwa kesiapsiagaan masyarakat menjadi kunci utama dalam menghadapi musim kemarau yang berpotensi menimbulkan krisis air bersih hingga kebakaran.

Langkah pertama yang ditekankan adalah menjaga kebersihan lingkungan. Upaya ini dinilai penting untuk mencegah penyumbatan saluran air serta menjaga kualitas lingkungan tetap sehat di tengah kondisi kering.

Selain itu, masyarakat juga diminta menjaga sumber air bersih. Ketersediaan air menjadi isu krusial saat kemarau, sehingga perlindungan terhadap mata air, sumur, dan sumber air lainnya harus menjadi perhatian bersama.

Pemerintah juga mengingatkan agar tidak melakukan penebangan pohon, kecuali dalam kondisi darurat.

Pohon memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan dan ketersediaan air tanah.

Larangan membakar sampah dan rumput turut menjadi poin penting.

Aktivitas tersebut berisiko memicu kebakaran lahan, terutama saat kondisi cuaca kering dan angin kencang.

Masyarakat juga diminta lebih berhati-hati dalam penggunaan kompor gas, kompor minyak, kayu bakar, serta alat-alat llistrik

Kelalaian kecil dapat berujung pada kebakaran yang merugikan.

Dalam aspek sosial, gotong royong menjadi nilai yang kembali ditekankan.

Warga diajak saling membantu, terutama kepada mereka yang terdampak kesulitan maupun korban bencana.

Tak hanya itu, kegiatan gotong royong membersihkan saluran air dari sampah dan timbunan juga diimbau.

Langkah ini bertujuan menjaga aliran air tetap lancar dan mencegah dampak lanjutan saat musim berubah.

Pemerintah juga mendorong masyarakat untuk aktif dalam mitigasi bencana.

Kesadaran dan kesiapan sejak dini dinilai mampu menekan risiko yang lebih besar.

Menariknya, ikhtiar terakhir mengajak warga memanfaatkan pekarangan rumah.

Penanaman cabai, tomat, dan sayuran melalui sistem hidroponik atau metode lain diharapkan dapat membantu ketahanan pangan keluarga di tengah musim kemarau.

Dengan Sepuluh langkah ini, Pemkab Gorontalo Utara berharap masyarakat tidak hanya menjadi objek, tetapi juga subjek utama dalam menghadapi musim kemarau secara tangguh dan berkelanjutan. (Ap/simpulindo) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *