Ekonomi

Dugaan Penyalahgunaan Dana Ketahanan Pangan Desa Limbato Mencuat

×

Dugaan Penyalahgunaan Dana Ketahanan Pangan Desa Limbato Mencuat

Sebarkan artikel ini
Gambar Buatan Al

simpulindo.com, Gorut – Dugaan penyalahgunaan anggaran Dana Desa untuk program ketahanan pangan di Desa Limbato, Kecamatan Tolinggula, Kabupaten Gorontalo Utara, mulai menjadi sorotan publik.

Anggaran yang seharusnya digunakan untuk mendukung program ketahanan pangan masyarakat diduga dialihkan untuk berbagai kebutuhan lain di luar peruntukannya.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, anggaran ketahanan pangan tahun 2025 di desa tersebut mencapai lebih dari Rp260 juta.

Dana itu merupakan bagian dari alokasi minimal 20 persen Dana Desa yang wajib digunakan untuk mendukung program ketahanan pangan di tingkat desa.

Dari total anggaran tersebut, pemerintah desa disebut sempat melakukan pengadaan bibit durian sebagai tahap awal pelaksanaan program.

Namun pengadaan itu hanya sampai pada tahap pembayaran uang muka atau DP.

Setelah pembayaran DP pengadaan bibit durian, sisa anggaran yang masih tersedia diperkirakan sekitar Rp146 juta.

Dalam sistem keuangan desa, dana tersebut tercatat telah dialokasikan sebagai bagian dari program ketahanan pangan.

Namun berdasarkan keterangan sumber terpercaya yang meminta identitasnya dirahasiakan, dana yang tercatat dalam sistem itu diduga tidak direalisasikan dalam bentuk kegiatan ketahanan pangan sebagaimana mestinya.

“Di sistem terlihat dana ketahanan pangan itu tercatat, tetapi di BUMDes sendiri tidak ada kegiatan yang direalisasikan dari dana tersebut,” ungkap sumber tersebut.

Sumber juga menyebutkan bahwa sebagian dana diduga digunakan untuk menutupi berbagai kebutuhan lain di desa, Seperti pembayaran gaji imam, kader, pemangku adat, serta sejumlah pengadaan lainnya.

Kondisi ini memunculkan tanda tanya terkait transparansi dan akuntabilitas pengelolaan Dana Desa, khususnya anggaran ketahanan pangan yang seharusnya menjadi program prioritas untuk memperkuat kemandirian pangan Desa.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Pemerintah Desa Limbato maupun pengelola BUMDes belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan penggunaan anggaran tersebut.

Redaksi Terus Berupaya Menghubungi Pihak terkait. (AP/simpulindo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *