Ekonomi

Di Balik Ramainya Pantura Coffee, Ada Ide Sederhana Anak Muda

×

Di Balik Ramainya Pantura Coffee, Ada Ide Sederhana Anak Muda

Sebarkan artikel ini
Suasana Malam Minggu di outlet Pantura Coffee kawasan Trotoar Gorontalo Utara, Foto : Simpulindo

simpulindo.com, Gorut – Di kawasan trotoar Gorontalo Utara, sebuah lapak kopi sederhana kini menjelma menjadi ruang pertemuan anak muda, pekerja, Pejabat dan warga yang ingin melepas penat.

Namanya Pantura Coffee. Meski tampil apa adanya, tempat ini menyimpan cerita tentang semangat juang, identitas daerah, serta keberanian anak muda mengubah ide tongkrongan menjadi usaha nyata.

Pantura Coffee lahir dari gagasan sederhana namun sarat tekad. Berawal dari obrolan santai di kalangan anak muda, ide meracik kopi perlahan tumbuh menjadi ruang usaha yang kini mulai menarik perhatian publik.

Meski baru dibuka, lapak ini dipadati pengunjung yang datang bukan hanya untuk menikmati kopi, tetapi juga merasakan suasana kebersamaan yang hangat.

Daya tarik Pantura Coffee tak lepas dari peran para barista muda yang ramah dan komunikatif.

Mereka bukan sekadar meracik kopi, tetapi juga menjadi teman berbincang bagi para pengunjung. Obrolan ringan hingga diskusi serius mengalir bebas, tergantung topik yang dibawa, menciptakan suasana akrab yang jarang ditemukan di tempat lain.

Salah satu penggerak Pantura Coffee, Aidan Pakaya, menuturkan bahwa pemilihan nama “Pantura” bukan sekadar agar terdengar unik atau mudah diingat. Nama tersebut memiliki makna mendalam bagi masyarakat Gorontalo Utara.

“Pantai Utara atau Pantura bukan sekadar kata biasa. Ia adalah simbol perjuangan, kebersamaan, dan warisan leluhur daerah. Dengan menggunakan nama Pantura Coffee, kami tidak hanya menjual kopi, tetapi juga menghidupkan kembali ingatan kolektif tentang tanah kelahiran dan semangat para pendahulu,” kata Aidan, Sabtu (17/1/26)

Ia menjelaskan, Gorontalo Utara yang dahulu dikenal sebagai wilayah Pantai Utara memiliki perjalanan sejarah panjang yang sarat nilai perjuangan dan kebersamaan. Nilai-nilai itulah yang ingin dihadirkan kembali melalui secangkir kopi yang disajikan dengan penuh kesungguhan.

“Setiap tegukan kopi kami adalah napas dari sejarah. Dari Pantura yang kini dikenal sebagai Gorontalo Utara, kami ingin menghadirkan rasa yang mengalir dalam kenangan,” tambahnya.

Pantura Coffee tidak menawarkan kemewahan, namun mengedepankan rasa, kehangatan, dan cerita.

Di balik meja barista, anak-anak muda meracik kopi sambil berbagi senyum dan kisah dengan para pengunjung.

Di sanalah Pantura Coffee menemukan jiwanya, menjadi ruang tumbuh bagi generasi muda sekaligus bukti bahwa UMKM bisa lahir dari ide paling sederhana.

Dengan mengusung moto “Pantura Coffee: Warisan Rasa, Semangat Muda”, Pantura Coffee berharap terus menjadi bagian dari denyut kehidupan masyarakat Gorontalo Utara.

Sebuah pengingat bahwa dari trotoar sederhana, mimpi besar dapat diracik dengan keberanian, kebersamaan, dan cinta pada daerah. (Ap/Simpulindo).


Kami berkomitmen menyajikan informasi faktual dari lapangan. Ikuti perkembangan terbaru melalui saluran kami Klik Disini https://bit.ly/4n8h1GD

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *