Pendidikan

Dari Diploma hingga Magister, UBM Gorontalo Wisuda 286 Lulusan

×

Dari Diploma hingga Magister, UBM Gorontalo Wisuda 286 Lulusan

Sebarkan artikel ini
Sidang Senat Luar Biasa Wisuda Angkatan VI Program Diploma, Sarjana, dan Magister, Universitas Bina Mandiri tahun 2025. Foto: Arlan/Simpulindo
Sidang Senat Luar Biasa Wisuda Angkatan VI Program Diploma, Sarjana, dan Magister, Universitas Bina Mandiri tahun 2025. Foto: Arlan/Simpulindo

Simpulindo.com, Gorontalo – Universitas Bina Mandiri (UBM) Gorontalo menyelenggarakan Sidang Senat Luar Biasa Wisuda Angkatan VI Program Diploma, Sarjana, dan Magister, tahun 2025. Sebanyak 286 wisudawan dan wisudawati resmi menyandang gelar akademik dari tiga fakultas.

Ketua Yayasan Universitas Bina Mandiri, Dr. Azis Rachman, menyampaikan prosesi wisuda kali ini memiliki makna khusus karena untuk pertama kalinya UBM meluluskan mahasiswa Program Magister Manajemen. Dari total lulusan, 38 orang berasal dari jenjang magister.

“Alhamdulillah, hari ini UBM melaksanakan wisuda angkatan ke-6 tahun 2025 dengan 286 wisudawan dan wisudawati. Ini menjadi kebahagiaan tersendiri karena untuk pertama kalinya kami meluluskan mahasiswa Magister Manajemen,” kata Azis, Minggu (21/12/2025).

Para wisudawan/wisudawati bersama para orang tua wisudawan. Foto: Simpulindo
Para wisudawan/wisudawati bersama para orang tua wisudawan. Foto: Simpulindo

Para lulusan berasal dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Sains, Teknologi, dan Ilmu Kesehatan, serta Pascasarjana. Komposisi lulusan masih didominasi bidang kesehatan, terutama Program Diploma Tiga Analis Kesehatan, disusul Farmasi.

Azis menjelaskan, kebutuhan tenaga kesehatan masih terbuka luas, baik di tingkat nasional maupun internasional. Beberapa negara, seperti Jepang, bahkan memerlukan lulusan kesehatan dengan tambahan kompetensi bahasa asing.

“Karena itu, penguatan soft skill menjadi perhatian kami, termasuk penguasaan bahasa Inggris dan Jepang, agar lulusan memiliki daya saing di pasar kerja,” Ujar Azis.

UBM juga menempatkan kolaborasi internasional sebagai bagian dari budaya akademik. Selama lima tahun terakhir, kampus ini menjalankan kerja sama luar negeri melalui seminar internasional, visiting lecture, pertukaran budaya, hingga Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) internasional yang telah memasuki tahun ketiga.

“Kami berharap mahasiswa UBM, meskipun berasal dari daerah, memiliki wawasan global dan kesiapan bergaul di tingkat internasional,” ucap Azis.

Di sisi lain, UBM tengah mempersiapkan pembukaan Program Doktor. Persyaratan utama berupa ketersediaan dua guru besar dan tiga lektor kepala telah terpenuhi. Tahapan selanjutnya menunggu visitasi sebagai bagian dari proses penilaian kesiapan penyelenggaraan program doktoral.

Guru Besar UBM, Prof. Dr. H. Akmal Umar, mengapresiasi capaian institusi UBM. Prosesi wisuda ratusan lulusan dinilai sebagai prestasi yang menunjukkan perkembangan signifikan perguruan tinggi swasta di Gorontalo.

“Mewisuda 286 lulusan merupakan capaian besar. Insya Allah, Januari mendatang akan ada visitasi program doktoral, dan pada semester berikutnya Program Doktoral sudah bisa menerima mahasiswa baru,” terang Akmal.

Kehadiran dua guru besar tetap di UBM diharapkan memperkuat kapasitas akademik dan menjadi pendorong peningkatan mutu pendidikan tinggi di daerah.

Guru Besar UBM, Prof. Dr. H. Akmal Umar, SE., M.Si. Foto: Istimewa
Guru Besar UBM, Prof. Dr. H. Akmal Umar, SE., M.Si. Foto: Istimewa

Sementara itu, Ketua Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XVI, Munawir Sadzali Razak, menyoroti tantangan dunia kerja yang semakin menuntut lulusan siap pakai. Berdasarkan sejumlah survei, hanya sekitar seperempat perusahaan yang merasa puas terhadap kesiapan lulusan perguruan tinggi.

“Keterampilan interpersonal atau soft skill kini menjadi kebutuhan utama dunia kerja. Karena itu, kampus perlu merancang pembelajaran yang memberi ruang bagi mahasiswa untuk belajar di luar program studi,” ujarnya.

Munawir menilai UBM cukup responsif dalam menerjemahkan kebijakan kementerian, termasuk pelaksanaan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Penyesuaian struktur organisasi hingga penunjukan wakil rektor khusus MBKM di UBM menjadi contoh adaptasi tersebut.

“UBM tergolong adaptif dan progresif. Harapannya, pembukaan program doktor dapat segera terwujud sehingga skala institusi meningkat,” tutur Munawir.

Visitasi program doktor dijadwalkan berlangsung pada Januari 2026. Jika berjalan sesuai rencana, Program Doktor UBM Gorontalo ditargetkan mulai menerima mahasiswa pada tahun ajaran 2026–2027. (An/Simpulindo).


simpulindo.com berkomitmen menyajikan informasi faktual dari lapangan. Ikuti perkembangan terbaru melalui saluran kami Klik Disini https://bit.ly/4n8h1GD

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *