Hukum

Camat Tolimilito Laporkan Truk Overload dan Sopir Ugal-ugalan di Rapat Forkopimda

×

Camat Tolimilito Laporkan Truk Overload dan Sopir Ugal-ugalan di Rapat Forkopimda

Sebarkan artikel ini
Camat Tomilito, Rafiq M. Rahmola Saat Melaporkan dalam Rapat Forkopimda. Foto: Larso

simpulindo.com, Gorut – Camat Tolimilito, Rafiq M. Rahmola, akhirnya menyuarakan keluhan terkait aktivitas truk pengangkut kayu yang diduga sering melintas dengan muatan berlebih (overload) dan dikendarai secara ugal-ugalan di wilayahnya.

Keluhan tersebut disampaikan langsung dalam rapat Forkopimda Kepada Bupati Gorontalo Utara. Senin (16/3/26)

Kepada Simpulindo.com, Rafiq mengaku sebelumnya telah menyampaikan peringatan kepada Pimpinan peperusahaan, termasuk salah satu Pihak yang disebutnya bernama Herman Adam.

Ia meminta agar para sopir yang ugal-ugalan serta praktik overload segera ditertibkan.

Namun, hingga lebih dari sepekan setelah teguran itu disampaikan, tidak ada perubahan di lapangan.

“Waktu itu saya sudah sampaikan langsung ke mereka. Katanya akan ditindaklanjuti, tapi sampai sekarang praktik overload dan sopir yang ugal-ugalan masih tetap terjadi di jalan,” ungkap Rafiq.

Ia bahkan mengalami sendiri kondisi berbahaya saat berpapasan dengan kendaraan tersebut.

Beberapa truk disebut melintas dengan kondisi tidak layak, seperti lampu rem yang tidak berfungsi.

Karena tidak ada respons nyata dari pihak perusahaan, Rafiq akhirnya memutuskan membawa persoalan tersebut ke forum rapat Forkopimda agar mendapat perhatian langsung dari pemerintah daerah.

Menurutnya, langkah itu diambil setelah berbagai upaya komunikasi yang dilakukan sebelumnya tidak membuahkan hasil.

“Saya sudah cukup kooperatif menyampaikan ke mereka supaya tidak ada lagi overload seperti itu. Tapi karena tidak ada tindak lanjut, akhirnya saya sampaikan dalam rapat,” tegasnya.

Rafiq menyampaikan persoalan tersebut karena merasa gerah melihat kondisi di lapangan yang dinilai membahayakan pengguna jalan lain.

Camat Tolimilito berharap langkah tegas segera diambil agar aktivitas kendaraan berat di wilayahnya dapat tertib serta tidak lagi membahayakan  pengguna jalan. (Ap/simpulindo) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *