simpulindo.com, Gorut – Bupati Gorontalo Utara, Thariq Modanggu menghadiri sekaligus membuka kegiatan Gebyar Ketupat dan hiburan rakyat yang digelar Karang Taruna Desa Hulawa.
Kegiatan tersebut berlangsung di Taman Budaya Desa Hulawa, Kecamatan Sumalata Timur, Sabtu (28/3/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian perayaan pasca-Idulfitri yang sarat nilai kebersamaan dan silaturahmi.
Dalam sambutannya, Thariq menyampaikan rasa syukur karena masyarakat masih diberi kesempatan menjalankan ibadah puasa hingga merayakan Lebaran bbersama
Ia juga mengapresiasi inisiatif Kepala Desa Hulawa bersama Karang Taruna yang dinilai berhasil menghadirkan kegiatan penuh makna.
“Ini nikmat besar dari Allah SWT. Kegiatan seperti ini lahir dari kebersamaan dan semangat gotong royong masyarakat,” ujar Thariq.
Ia mengaku tetap menyempatkan hadir meski memiliki agenda padat di wilayah Atinggola.
Pada momentum tersebut, Thariq juga menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin kepada seluruh masyarakat Gorontalo Utara.
Ia menegaskan pentingnya saling memaafkan sebagai bagian dari nilai Ramadan dan Idulfitri.
“Secara pribadi dan atas nama pemerintah daerah, saya memohon maaf jika selama ini ada kekurangan. Saya juga telah memaafkan seluruh masyarakat,” tegasnya.
Selain itu, Thariq turut mengingatkan masyarakat untuk bersiap menghadapi potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi mulai Mei.
Pemerintah daerah, tengah menyiapkan langkah antisipatif melalui instruksi kepada camat dan kepala desa.
Di sisi lain, isu pertambangan juga menjadi perhatian.
Thariq mengungkapkan bahwa pemerintah telah membentuk tim khusus untuk menangani persoalan tambang di Gorontalo Utara.
Ia menegaskan, karakter tambang di wilayah Hulawa berbeda dengan daerah lain karena lebih banyak melibatkan tenaga manusia, bukan alat berat.
Karena itu, pendekatan yang dilakukan juga berbeda.
“Pemerintah hadir bukan untuk berhadapan dengan masyarakat, tetapi untuk mendampingi dan memastikan kesejahteraan bersama,” jelasnya.
Menutup sambutannya, Thariq mengajak masyarakat menjaga kekompakan, mempererat silaturahmi, serta tidak mudah terprovokasi isu-isu yang berkembang, khususnya terkait pertambangan.
Kegiatan Gebyar Ketupat secara resmi dibuka dengan pelepasan balon oleh Bupati bersama unsur pemerintah dan masyarakat, disambut antusias warga yang memadati lokasi acara.(Ap/simpulindo)












