Simpulindo.com, Gorut – Video pendek berdurasi sekitar 20 detik yang memperlihatkan Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut) dari Fraksi Partai NasDem diduga mencibir massa aksi saat menerima aspirasi di depan kantor DPRD, Senin (13/10/2025), terus menuai sorotan publik.
Dalam video yang beredar di media sosial, sang legislator tampak berdiri di barisan depan bersama sejumlah anggota DPRD. Saat salah satu orator menyampaikan tuntutan, ia terlihat menyeringai dan melakukan gestur mencibir, seolah menertawakan isi orasi. Aksi itu memicu kemarahan massa yang merasa dilecehkan oleh sikap wakil rakyat tersebut.
Menanggapi hal itu, Salah Satu Orator Yahya Husain dengan tegas mengecam tindakan yang dianggap tidak pantas tersebut. Menurutnya, ekspresi mencibir yang ditunjukkan oleh seorang anggota DPRD adalah bentuk pelecehan moral terhadap aspirasi rakyat.
“Itu bukan sekadar masalah etika, tapi soal empati dan tanggung jawab moral. Seorang anggota DPRD tidak seharusnya menunjukkan gestur mencibir kepada rakyat yang datang menyampaikan aspirasi,” tegas Yahya, Senin (13/10/2025).
Yahya menilai tindakan seperti itu telah memperburuk citra lembaga DPRD di mata masyarakat. Terlebih, aksi unjuk rasa tersebut membawa isu-isu serius yang menyangkut kepentingan publik.
“Aksi itu menyoroti dugaan praktik calo dalam perekrutan PPPK, pelanggaran pembayaran upah di bawah UMR, serta tunggakan PBB oleh sejumlah perusahaan. Alih-alih mendengarkan, malah ditanggapi dengan cibiran. Ini menyakitkan bagi rakyat,” ujar Yahya.
Dalam kesempatan yang sama, Yahya Husain juga mendesak Ketua DPW Partai NasDem Provinsi Gorontalo, Rahmat Gobel, agar turun langsung menertibkan kadernya di DPRD Gorut. Ia menilai, langkah itu penting untuk menjaga marwah partai dan menenangkan situasi sosial yang mulai memanas.
“Pak Rahmat Gobel jangan diam. Beliau harus turun langsung dan melihat sendiri bagaimana kadernya berperilaku di lapangan. Situasi sekarang sedang panas, masyarakat sedang kehilangan kepercayaan. Jika ini dibiarkan, akan menambah Sahroni Sahroni lainya Dan memperburuk citra NasDem di Gorontalo,” tegasnya.
Yahya menambahkan, publik kini menunggu langkah konkret dari Partai NasDem sebagai partai besar yang dikenal mengusung semangat politik restorasi.
“Restorasi itu artinya memperbaiki keadaan. Tapi kalau kadernya justru mencibir rakyat, itu artinya partai gagal menerapkan nilai-nilai yang mereka bawa sendiri,” Pungkasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak DPRD Kabupaten Gorontalo Utara maupun Fraksi Partai NasDem belum memberikan klarifikasi resmi terkait video viral tersebut. (An/Simpulindo).
Dalam kondisi yang penuh ketidakpastian, simpulindo.com berkomitmen menyajikan informasi factual dari lapangan. Ikuti perkembangan terbaru melalui saluran kami Klik Disini https://bit.ly/4n8h1GD












