Berita

Bahasa Suwawa di Ambang Punah, Pewarisan Antargenerasi Kian Terputus

×

Bahasa Suwawa di Ambang Punah, Pewarisan Antargenerasi Kian Terputus

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi
Ilustrasi

Simpulindo.com, Gorontalo – Bahasa Suwawa, salah satu bahasa daerah yang digunakan masyarakat Gorontalo, kini berada di ambang kepunahan. Padahal, bahasa ini pernah menjadi identitas kultural warga Kabupaten Bone Bolango, terutama di Kecamatan Suwawa Timur, Suwawa Tengah, Suwawa Induk, Suwawa Selatan, Pinogu, dan Bone Pantai.

Tim Kerja Perlindungan Bahasa dan Sastra Daerah Kantor Bahasa Provinsi Gorontalo, Putri Panggalih, memaparkan sejumlah parameter yang digunakan untuk menilai tingkat keterancaman sebuah bahasa.

Penggunaan bahasa Suwawa dalam kehidupan sehari-hari, khususnya di kalangan warga berusia di atas 20 tahun, terus menurun. Situasi ini diperburuk oleh minimnya penggunaan bahasa Suwawa oleh orang tua saat berkomunikasi dengan anak-anak di lingkungan keluarga.

“Hal itu sudah kami buktikan ketika kami melakukan pemetaan bahasa di tahun 2025 ini. Kami mendatangi beberapa titik pengamatan di Bone Bolango, sudah tidak ada lagi pewarisan secara maksimal dari generasi tua ke generasi muda,” ungkap Putri, selasa (30/12/2025), dikutip dari RRI.

Kondisi tersebut mendorong Kantor Bahasa Provinsi Gorontalo melakukan langkah perlindungan melalui program revitalisasi bahasa Suwawa. Upaya itu dilakukan melalui bimbingan teknis, kegiatan edukatif, hingga perlombaan yang menggunakan bahasa Suwawa sebagai medium utama.

“Kondisi ini yang mendorong kami Kantor Bahasa melakukan upaya perlindungan melalui kegiatan revitalisasi bahasa Suwawa. Mulai dari bimbingan teknis hingga perlombaan menggunakan bahasa Suwawa. Harapannya upaya ini bisa menghidupkan kembali, paling tidak anak muda itu tau bahwa bahasa Suwawa itu masih ada,” kata Putri.

Status keterancaman bahasa Suwawa juga telah dibahas bersama Pemerintah Kabupaten Bone Bolango. Menindaklanjuti pembahasan tersebut, Bupati Bone Bolango menerbitkan surat edaran yang mewajibkan penggunaan bahasa Suwawa bagi siswa sekolah dasar dan sekolah menengah pertama setiap hari Jumat.

“Hal itu juga diturunkan kepada dinas pendidikan yang telah melaksanakan studi banding ke beberapa daerah untuk menyusun kurikulum muatan lokal berbahasa Suwawa,” pungkasnya. (An/Simpulindo).


Kami berkomitmen menyajikan informasi faktual dari lapangan. Ikuti perkembangan terbaru melalui saluran kami Klik Disini https://bit.ly/4n8h1GD

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *