Simpulindo.com, Gorontalo – Upaya pembenahan tata kelola kebersihan di Kota Gorontalo memasuki babak baru. Pergantian istilah “pasukan kuning” menjadi Pasukan Gerakan Kebersihan Kota Gorontalo yang digagas Wali Kota Adhan Dambea dinilai sebagai penegasan arah kebijakan, bukan sekadar perubahan nama.
Anggota DPRD Kota Gorontalo, Alwi Lapananda, menyatakan dukungannya atas langkah tersebut.
Ia memandang, identitas baru itu mencerminkan keseriusan pemerintah daerah dalam membangun sistem kebersihan yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.
“Perubahan ini membawa pesan bahwa kebersihan adalah gerakan bersama. Ada semangat yang ingin ditegaskan kembali, bahwa para petugas bukan sekadar pekerja teknis, melainkan bagian dari ikhtiar kolektif menjaga wajah kota,” kata Alwi, Selasa (17/2/2026).
Menurut Alwi, kebijakan mengagendakan kerja bakti rutin sedikitnya satu jam setiap Selasa dan Jumat menunjukkan pendekatan yang lebih sistematis. Keterlibatan perangkat wilayah hingga tingkat kelurahan memperluas tanggung jawab kebersihan dari semata tugas petugas lapangan menjadi komitmen bersama pemerintah dan warga.
Alwi menekankan pentingnya peran camat dan lurah dalam mengoordinasikan pelaksanaan gerakan di wilayah masing-masing agar tidak berhenti pada seremoni
Konsistensi, kata dia, menjadi kunci agar program tidak kehilangan daya dorong.
Alwi, siap mengawal kebijakan tersebut melalui fungsi pengawasan dan dukungan anggaran dan berharap identitas baru itu menumbuhkan rasa bangga di kalangan petugas kebersihan sekaligus membangun budaya bersih yang berakar dalam kehidupan warga.
“Momentum ini perlu dijaga. Kota yang bersih bukan hanya soal estetika, melainkan cermin tata kelola dan kesadaran warganya,” pungkasnya. (An/Simpulindo).
Kami berkomitmen menyajikan informasi faktual dari lapangan. Ikuti perkembangan terbaru melalui saluran kami Klik Disini https://bit.ly/4n8h1GD












