simpulindo.com, Gorut – Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara bersama Pemerintah Kabupaten Buol menggelar audiensi strategis, Minggu (26/4/26).
Pertemuan ini menjadi langkah awal mempererat hubungan antar daerah sekaligus membuka peluang kerja sama lintas sektor.
Dalam Wawancara, Bupati Buol, Risharyudi Triwibowo, menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dari Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara.
Ia menilai pertemuan tersebut berlangsung penuh kekeluargaan dan menjadi fondasi kuat untuk membangun kolaborasi yang saling menguntungkan.
Menurutnya, sejumlah isu penting telah dibahas bersama, mulai dari infrastruktur jalan, pengelolaan sumber daya air, hingga sektor pendidikan dan kesehatan.
Ia optimistis kerja sama ini akan memberikan dampak positif bagi masyarakat di kedua wilayah.
“Pembicaraan kita berlangsung dari hati ke hati. Ini menjadi landasan awal untuk kerja sama yang lebih baik ke depan,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Gorontalo Utara, Thariq Modanggu, menegaskan bahwa pertemuan ini memiliki momentum yang tepat, bertepatan dengan peringatan hari ulang tahun daerah yang sarat semangat pembaruan.
Ia mengungkapkan, kedua daerah sepakat mengarah pada pembentukan konsep kerja sama kawasan perbatasan yang disebut sebagai “border sister” atau kawasan perbatasan bersaudara.
Konsep ini diharapkan menjadi wadah untuk membahas berbagai kebutuhan dan tantangan bersama.
“Kami ingin membangun kawasan perbatasan yang terintegrasi, sehingga berbagai persoalan bisa ditangani secara bersama-sama,” jelas Thariq.
Lebih lanjut, kedua pemerintah daerah telah menugaskan masing-masing asisten untuk menjalin komunikasi intensif guna merumuskan kesepakatan kerja sama yang lebih konkret.
Tak hanya itu, rencana pelibatan pemerintah provinsi juga mulai dibahas.
Pertemuan lanjutan direncanakan akan menghadirkan Gubernur Gorontalo dan Gubernur Sulawesi Tengah, mengingat wilayah perbatasan yang menjadi fokus kerja sama berada di antara dua provinsi tersebut.
Audiensi ini diharapkan menjadi langkah awal menuju sinergi yang lebih kuat, khususnya dalam pengembangan kawasan perbatasan yang berdaya saing dan berkelanjutan. (Ap/Simpulindo)












