Parlemen

Di Tengah Efisiensi Anggaran, DPRD Dorong BI dan BUMN Topang UMKM Gorontalo

×

Di Tengah Efisiensi Anggaran, DPRD Dorong BI dan BUMN Topang UMKM Gorontalo

Sebarkan artikel ini
Anggota DPRD Kota Gorontalo, Totok Bachtiar. Foto: Humas Dekot/Heri
Anggota DPRD Kota Gorontalo, Totok Bachtiar. Foto: Humas Dekot/Heri

Simpulindo.com, Gorontalo – Kebijakan efisiensi anggaran yang berdampak pada berkurangnya transfer dana dari pemerintah pusat ke daerah mendorong lahirnya alternatif pembiayaan pembangunan ekonomi lokal. Salah satunya melalui optimalisasi dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

Anggota DPRD Kota Gorontalo, Totok Bachtiar, mendorong keterlibatan Bank Indonesia (BI) dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), khususnya sektor perbankan, dalam mendukung pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Gorontalo.

“Sekarang lagi tahun efisiensi anggaran, ada potongan besar-besaran dari pusat. Sehingga kami menyarankan kepada beberapa BUMN, khususnya perbankan dan Bank Indonesia, untuk membantu pemerintah mengalokasikan dana CSR guna menopang pengembangan UMKM di Kota Gorontalo,” kata Totok, Selasa (10/2/2026).

Ia menjelaskan, pemanfaatan dana CSR dapat diarahkan pada dua kebutuhan utama UMKM, yakni permodalan serta penyediaan infrastruktur penunjang usaha. Dukungan infrastruktur, menurut dia, mencakup pembenahan lapak pedagang hingga fasilitas dasar seperti kamar mandi dan WC.

Totok menilai, keterlibatan sektor perbankan bukan semata tanggung jawab sosial, tetapi juga selaras dengan kepentingan industri keuangan itu sendiri. Perkembangan UMKM dinilai berbanding lurus dengan meningkatnya transaksi perbankan, terutama melalui sistem pembayaran non-tunai.

“Pemerintah juga lagi giat-giatnya mendorong transaksi non-tunai di kalangan UMKM. Kan imbasnya juga ke sektor perbankan karena transaksi meningkat. Inilah peran BUMN untuk mengambil bagian dengan menyisihkan dana CSR, baik untuk permodalan maupun infrastruktur pendukung UMKM,” ujarnya.

Masifnya pertumbuhan UMKM di Kota Gorontalo, lanjut Totok, menjadi indikator positif bagi perekonomian daerah. Selain meningkatkan pendapatan pelaku usaha, sektor ini juga berkontribusi menekan angka pengangguran.

Karena itu, ia menekankan bahwa pengembangan UMKM membutuhkan dukungan lintas sektor agar tetap berkelanjutan, terutama di tengah keterbatasan fiskal pemerintah daerah. (An/Simpulindo).


Kami berkomitmen menyajikan informasi faktual dari lapangan. Ikuti perkembangan terbaru melalui saluran kami Klik Disini https://bit.ly/4n8h1GD

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *