Kabupaten Gorontalo Utara

Ayam Terintegrasi: Dari Gorut untuk Ketahanan Pangan Nasional

×

Ayam Terintegrasi: Dari Gorut untuk Ketahanan Pangan Nasional

Sebarkan artikel ini

simpulindo.com, Gorut – Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara resmi menjadi bagian dari pelaksanaan Program Hilirisasi Peternakan Ayam Terintegrasi yang dicanangkan pemerintah pusat.

Kegiatan groundbreaking dilaksanakan di Kecamatan Anggrek, Desa Tolongio, menandai dimulainya pembangunan industri peternakan ayam terintegrasi sebagai bagian dari proyek strategis nasional di sektor pangan.

Bupati Gorontalo Utara, Thariq Modanggu dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terpilihnya Gorontalo Utara sebagai salah satu lokasi prioritas nnasional

Ia menegaskan bahwa program daerah G210 (Gerakan Dua Kambing Sepuluh Ayam) yang sebelumnya digagas secara sederhana kini selaras dan terintegrasi dengan kebijakan nasional hilirisasi peternakan, khususnya ayam terintegrasi.

Menurut Thariq, keberhasilan ini tidak lepas dari sinergi dan kolaborasi lintas sektor antara pemerintah pusat dan daerah, sebagaimana arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto untuk melakukan lompatan pembangunan melalui koordinasi yang solid.

Gorontalo Utara sebagai kabupaten perbatasan negara, diproyeksikan menjadi bagian penting dalam konsep integrated security defense with prosperity, yakni integrasi pertahanan negara dengan kesejahteraan masyarakat.

Pemerintah daerah bersama Pemerintah Provinsi Gorontalo menyatakan kesiapan penuh, mulai dari penyediaan lahan, dukungan regulasi, hingga penguatan koordinasi.

Perguruan tinggi, mitra lokal, BUMD, serta sektor swasta turut dilibatkan guna membangun ekosistem peternakan ayam terintegrasi yang berkelanjutan.

Sementara itu, ID FOOD selaku BUMN Holding Pangan melalui Direktur Komersialnya menyampaikan bahwa Gorontalo menjadi salah satu dari 6 provinsi tahap pertama yang melaksanakan groundbreaking dari total rencana di 30 provinsi.

Di Provinsi Gorontalo sendiri direncanakan akan dibangun 12 unit peternakan ayam terintegrasi, dengan proses verifikasi lokasi dan kalkulasi bisnis yang sedang berjalan.

Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan menegaskan bahwa program ini bertujuan untuk pemerataan produksi daging ayam dan telur di luar Pulau Jawa, sekaligus mendukung kebutuhan pangan nasional, termasuk program makan bergizi gratis.

Hilirisasi ini diharapkan mampu menciptakan kemandirian pangan berbasis daerah.

Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syaidah Rusli Habibie dalam sambutannya mengapresiasi kerja cepat Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara yang dinilai berhasil menghadirkan proyek nasional di wilayahnya.

Ia menegaskan bahwa potensi alam Gorontalo Utara, khususnya di Kecamatan Anggrek, sangat layak menjadi pusat pengembangan industri peternakan terintegrasi.

Groundbreaking di Desa Tolongio,Kecamatan Anggrek, menjadi tonggak awal bahwa Gorontalo Utara tidak sekadar menjadi lokasi seremoni, melainkan bagian nyata dari pembangunan industri peternakan nasional.

Dari daerah Gorontalo Utara melangkah untuk Indonesia, memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis sektor riil. (Ap/simpulindo) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *