Simpulindo.com, Gorontalo – Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Meyke Camaru, menyerap aspirasi warga Kelurahan Buliide, Kota Gorontalo, saat melaksanakan reses masa persidangan kedua tahun 2025–2026. Pertemuan yang berlangsung pada Selasa (3/2/2026) malam hari itu menempatkan persoalan lingkungan sebagai perhatian utama masyarakat.
Meyke mengungkapkan, keluhan paling banyak berkaitan dengan kondisi saluran air di kawasan permukiman. Curah hujan tinggi dalam beberapa waktu terakhir menyebabkan genangan di berbagai titik dan berdampak pada kesehatan warga.
“Paling banyak yang disampaikan masyarakat adalah persoalan saluran. Dengan curah hujan yang cukup tinggi, genangan ada di mana-mana dan ini sudah menjadi sumber penyakit,” ujar Meyke.
Dalam kegiatan itu, Kepala Puskesmas Kota Barat turut menyampaikan temuan indikasi kasus demam berdarah di wilayah Bulide. Faktor lingkungan dinilai berperan besar terhadap meningkatnya risiko penyakit berbasis vektor.
Meyke menyampaikan bahwa pembangunan drainase di Kelurahan Bulide telah masuk dalam perencanaan tahun 2026.
“Tahun 2026 kita sudah menyasar Bulide untuk pembangunan saluran. Insya Allah dapat dilaksanakan,” kata Meyke.
Selain proyek utama, perencanaan lanjutan juga disiapkan untuk saluran lainnya sepanjang memenuhi ketentuan yang berlaku. Bulide masih masuk kategori kawasan pengentasan kemiskinan dan permukiman kumuh, sehingga memungkinkan mendapatkan dukungan program infrastruktur secara berkelanjutan.
“Komitmen kami menuntaskan permasalahan di Bulide, termasuk peningkatan infrastruktur. Harapannya, kawasan ini bisa keluar dari kategori kumuh,” tutur Meyke.
Dalam dialog bersama warga, persoalan posyandu turut mencuat. Insentif kader telah teralokasi melalui anggaran Pemerintah Kota Gorontalo. Kendala terbesar terletak pada ketersediaan tempat kegiatan.
“Yang paling mengemuka bukan insentif, melainkan tempat posyandu. Di tengah efisiensi anggaran, fasilitas ini belum terakomodasi,” ucap Meyke.
Sebagai langkah awal, Meyke mengajak masyarakat untuk bergerak secara swadaya.
“Kalau cantolan anggaran sulit ditemukan, tanggung jawab bersama perlu digerakkan. Saya mengawali dengan bantuan Rp1 juta agar ibu-ibu bisa mulai mengubah wajah posyandu,” ucap Meyke.
Upaya tersebut diharapkan menjadi pemicu partisipasi warga dalam memperkuat layanan kesehatan dasar di Kelurahan Bulide. (An/Simpulindo).
Kami berkomitmen menyajikan informasi faktual dari lapangan. Ikuti perkembangan terbaru melalui saluran kami Klik Disini https://bit.ly/4n8h1GD












