Simpulindo.com, Jakarta – Tiga tokoh senior Partai NasDem resmi meninggalkan partai besutan Surya Paloh dan bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Mereka adalah Ahmad Ali, Bestari Barus, serta Rusdi Masse Mappasessu yang menjadi figur terakhir menyusul langkah dua rekannya.
Perpindahan tersebut menandai pergeseran penting di peta politik nasional menjelang Pemilu 2029. Ketiganya kini tercatat berada dalam barisan partai yang dipimpin Kaesang Pangarep, meski alasan kepindahan belum disampaikan secara terbuka.
Ahmad Ali dan Bestari Barus lebih dulu diperkenalkan sebagai bagian dari struktur Dewan Pimpinan Pusat PSI periode 2025–2030. Sementara Rusdi Masse menyusul belakangan setelah menyatakan keluar dari NasDem.
Kepindahan Rusdi dikonfirmasi oleh sejumlah petinggi partai. Sebelumnya, ia menjabat Wakil Ketua Komisi III DPR RI, posisi yang diperolehnya setelah perombakan alat kelengkapan dewan pasca aksi demonstrasi di kompleks parlemen pada Agustus 2025.
Wakil Ketua Umum Partai NasDem Ahmad Sahroni sempat menyampaikan bahwa Rusdi akan merapat ke PSI. Pernyataan tersebut kemudian diperkuat oleh Ketua DPP PSI Bestari Barus.
“Partai tentu menyambut dengan sangat terbuka. Kami menyiapkan ruang terbaik bagi beliau untuk berkontribusi memenangkan PSI pada Pemilu 2029,” ujar Bestari, dikutip dari CNNIndonesia, Minggu (24/1/2026).
Rusdi Masse dikenal sebagai salah satu figur kuat di Sulawesi Selatan. Politikus yang telah dua periode duduk di DPR RI itu meraih 119.003 suara pada Pemilu 2019, menjadikannya peraih suara tertinggi di provinsinya.
Sebelumnya, Rusdi pernah menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Sidrap dan dua periode menjadi Bupati Sidrap pada 2008–2018.
Dalam perjalanan politiknya, Rusdi sempat bernaung di Partai Bintang Reformasi dan Golkar sebelum bergabung dengan NasDem pada 2016.
Sementara itu, Ahmad Ali merupakan politisi asal Sulawesi Tengah yang mengawali karier politik di DPRD Morowali periode 2009–2014. Ia bergabung dengan NasDem pada 2013 dan kemudian terpilih sebagai anggota DPR RI pada Pemilu 2014 dan 2019. Pada Pemilu 2019, Ahmad Ali meraih 152.270 suara.
Di internal NasDem, Ahmad Ali pernah menjabat Ketua DPW Sulawesi Tengah serta Wakil Ketua Umum DPP. Pada Pilkada 2024, ia maju sebagai calon gubernur Sulawesi Tengah berpasangan dengan Abdul Karim Al Jufri, namun belum berhasil memenangkan kontestasi.
Adapun Bestari Barus sebelumnya dikenal sebagai politisi NasDem di Jakarta. Ia pernah duduk sebagai anggota DPRD DKI Jakarta periode 2014–2019 sekaligus menjabat Ketua Fraksi NasDem.
Sekretaris Jenderal Partai NasDem Hermawi Taslim menyatakan partainya menghormati keputusan Ahmad Ali dan Bestari Barus untuk melanjutkan kiprah politik di partai lain. Ia berharap keduanya meraih hasil terbaik di tempat baru.
NasDem, kata Hermawi, memandang dinamika tersebut sebagai bagian dari proses politik yang wajar, terlebih setelah keduanya tidak lolos ke parlemen pada Pemilu 2024.
Di sisi lain, PSI menilai bergabungnya Rusdi Masse akan memperkuat basis partai di Sulawesi Selatan. Bestari menyebut Rusdi memiliki jaringan politik yang solid hingga tingkat akar rumput.
“Dengan basis dukungan yang besar, tentu kehadiran beliau menjadi kekuatan penting bagi PSI. Tidak hanya secara personal, tetapi juga bersama jaringan yang selama ini mendukungnya,” ujar Bestari.
Masuknya tiga figur senior ini sekaligus menandai langkah strategis PSI dalam memperkuat struktur dan elektabilitas menjelang kontestasi politik nasional mendatang. (An/Simpulindo).
Kami berkomitmen menyajikan informasi faktual dari lapangan. Ikuti perkembangan terbaru melalui saluran kami Klik Disini https://bit.ly/4n8h1GD












