Simpulindo.com, Gorontalo – Musibah kebakaran melanda permukiman padat di Jalan Madura, Kelurahan Dulalowo, Kecamatan Kota Tengah, Kota Gorontalo, Selasa (16/12/2025) siang. Api menghanguskan enam rumah warga, dua bangunan di antaranya roboh hingga rata dengan tanah.
Kobaran api pertama kali diketahui setelah warga sekitar melaporkan kejadian kepada aparat setempat. Pemerintah kecamatan bersama pemerintah kelurahan dan unsur terkait segera menuju lokasi untuk melakukan penanganan awal serta memastikan keselamatan warga.
Camat Kota Tengah, Sutami Suratinoyo, menjelaskan bahwa hingga kini penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan kepolisian. Dampak kebakaran bervariasi, mulai dari kerusakan berat hingga sebagian bangunan yang terbakar di beberapa bagian.
Pendataan sementara mencatat 16 kepala keluarga atau 51 jiwa terdampak. Di antara mereka terdapat dua lanjut usia, sepasang penyandang disabilitas, serta balita dan bayi yang membutuhkan penanganan khusus.
Selain permukiman warga, satu unit bengkel di sekitar lokasi turut terkena dampak. Nilai kerugian material belum dapat dipastikan karena proses pendataan masih berlangsung.
Penanganan korban dilakukan dengan mengutamakan kelompok rentan. Sejumlah warga memilih mengungsi ke rumah keluarga terdekat, sementara para lansia dievakuasi ke tempat yang lebih aman. Pemerintah kecamatan juga menyiapkan lokasi pengungsian apabila situasi memerlukan.
Pendataan dan penyaluran bantuan melibatkan Dinas Sosial, Baznas, serta Palang Merah Indonesia (PMI) tingkat kecamatan dan kota bersama pemerintah kelurahan. Bantuan awal dari relawan dan donatur telah disalurkan, terutama kebutuhan mendesak bagi bayi seperti susu dan makanan.
Peristiwa kebakaran ini tidak menimbulkan korban jiwa. Aparat dan pihak terkait masih berada di lokasi untuk melakukan penanganan lanjutan serta memastikan kondisi lingkungan kembali aman bagi warga. (An/Simpulindo).
simpulindo.com berkomitmen menyajikan informasi faktual dari lapangan. Ikuti perkembangan terbaru melalui saluran kami Klik Disini https://bit.ly/4n8h1GD












