Simpulindo.com, Gorut – Sorakan dan cacian massa aksi di halaman Kantor Bupati Gorontalo Utara tidak membuat Bupati Thariq Modanggu bersembunyi di balik meja kekuasaan.
Thariq memilih menemui langsung para demonstran dari Aliansi Mahardika dan berdialog terbuka di hadapan mereka, Senin (20/10/2025).
Dalam pertemuan itu, Thariq menegaskan komitmen untuk memperbaiki tata kelola pemerintahan serta menindaklanjuti setiap aspirasi masyarakat.
“Teman-teman aksi ini mengingatkan saya agar tetap dalam koridor tanggung jawab,” ujar Thariq.
Bupati Gorontalo Utara tersebut menyadari tanggung jawab pemerintah daerah cukup berat, dengan sekitar 320 struktur kelembagaan yang harus bergerak dalam satu visi.
Salah satu sorotan utama massa aksi adalah dugaan penyimpangan di Rumah Sakit Daerah. Menanggapi hal itu, Thariq memastikan Inspektorat Daerah telah diturunkan untuk melakukan pemeriksaan.
“Data sudah ada dan sedang ditindaklanjuti,” tegasnya.
Evaluasi kinerja seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) akan dilakukan secara terbuka pada 7 November 2025 di Taman Rakyat, dengan melibatkan perwakilan masyarakat sebagai tim penilai independen.
Terkait dugaan korupsi di Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Thariq menegaskan tidak akan mengintervensi proses hukum.
“Jika sudah ada penetapan tersangka, kepala dinas akan saya nonaktifkan,” kata Thariq.
Isu penggunaan ijazah palsu disebut telah ditangani oleh kepolisian.
“Kita serahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum untuk menelusuri keabsahan ijazah dan laporan yang masuk,” tambah Thariq.
Selain itu, penggunaan dana CSR diimbau dilakukan secara transparan melalui mekanisme APBD agar pemanfaatannya tepat sasaran.
Thariq mendorong Forum CSR segera menggelar rapat untuk memastikan bantuan sosial dan program beasiswa benar-benar menyentuh masyarakat.
Bupati juga berjanji melakukan audit terhadap aset daerah serta izin pengelolaan pulau-pulau wisata di wilayah Gorontalo Utara.
“Desakan publik seperti ini memberi semangat bagi saya. Ini bentuk partisipasi rakyat dalam mengawasi jalannya pemerintahan,” ungkap Thariq.
Pada akhir dialog, Thariq menerima dan menandatangani petisi yang diserahkan massa aksi sebagai bentuk komitmen tindak lanjut terhadap aspirasi yang disampaikan. (AP/Simpulindo).
Dalam kondisi yang penuh ketidakpastian, simpulindo.com berkomitmen menyajikan informasi factual dari lapangan. Ikuti perkembangan terbaru melalui saluran kami Klik Disini https://bit.ly/4n8h1GD












